Ayat 2
Dan engkau, wahai Nabi, bertempat tinggal di negeri Mekah ini, membuatnya bertambah mulia.
Ayat 3
Dan demi pertalian bapak dan anaknya, demi Adam dan anak cucunya.
Manusia dengan kehendak Allah mengalami siklus dari kanak-kanak menuju dewasa, berkeluarga, beranak pinak, dan berakhir dengan kematian.
Inilah fenomena kehidupan yang perlu direnungi.
Ayat 4
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah payah.
Siapa pun, termasuk Nabi, dalam masa hidupnya pasti menemui kepayahan, sejak dalam kandungan sampai masa dewasa.
Manusia mesti bersusah payah mencari nafkah, mengalami sakit, dan mati.
Dalam alam kubur menuju alam mahsyar pun manusia menghadapi kepayahan.
Manusia harus mengisi kehidupannya di dunia dengan amal saleh agar tidak menemukan kepayahan lagi di akhirat.
Ayat 5
Apakah dia yang Kami ciptakan dalam kepayahan itu mengira bahwa dirinya kuat dan berkuasa sehingga tidak ada sesuatu pun yang berkuasa atasnya? Apakah ia mengingkari kuasa Allah, Pencipta alam semesta, yang mampu menundukkan siapa pun, betapapun kuatnya?
Ayat 6
Baca tanpa iklan