News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hasil Studi: Suara Tangisan Bayi Bisa Bikin Orang Dewasa Kepanasan

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Sri Juliati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HASIL PENELITIAN - Ilustrasi bayi menangis yang diunduh dari Pexels pada 15 September 2025. Menurut hasil penelitian terbaru, suara tangisan bayi yang kesakitan bisa membuat orang dewasa merasa lebih panas secara fisik.

TRIBUNNEWS.COM – Jika suara tangisan bayi membuat wajah Anda memerah, kemungkinan besar itu memang ada alasannya.

Mengutip sciencealert.com, sebuah studi baru menemukan bahwa tangisan bayi, terutama tangisan karena rasa sakit, memicu rona merah di wajah orang dewasa, mungkin sebagai mekanisme biologis untuk mendorong kita segera bertindak.

Penelitian ini dipublikasikan di jurnal ilmiah internasional Journal of the Royal Society Interface pada 10 September 2025.

Studi dilakukan oleh tim peneliti dari Universitas Jean Monnet dan Universitas Saint-Etienne, Prancis.

Rrngekan bayi memang "dirancang" untuk sulit diabaikan.

Karena belum bisa berbicara, tangisan adalah cara terbaik bayi mendapatkan perhatian dan bantuan dari orang tua atau pengasuhnya.

Menurut hasil studi, tangisan kesakitan berbeda dari tangisan ketidaknyamanan biasa. 

Dalam kondisi sakit, bayi mengontraksikan tulang rusuk dengan paksa, mendorong udara bertekanan tinggi melalui pita suara untuk menghasilkan nada bervariasi dan suara tidak harmonis, yang oleh para ahli akustik disebut sebagai fenomena nonlinier (NLP).

“Telah terbukti bahwa NLP merupakan penanda untuk tingkat stres dan/atau rasa sakit yang dialami bayi,” tulis Lény Lego, ahli bioakustik Universitas Jean Monnet, bersama timnya.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa tingkat NLP dalam tangisan memodulasi dinamika temporal respons termal wajah pendengar, terlepas dari jenis kelamin mereka.”

Orang tua biasanya dapat membedakan antara tangisan biasa dan tangisan yang menandakan rasa sakit serius.

Baca juga: Hasil Studi: Pemain Judi Online Mayoritas Pria, Mulai Main Usia 15 Tahun dan Bergaji Rendah

Namun, mekanisme bagaimana tubuh kita menghasilkan respons kognitif tingkat tinggi ini masih belum jelas.

Uji Coba dengan Kamera Termal

Untuk mengetahui efek fisiologisnya, peneliti menguji 41 partisipan (21 pria dan 20 wanita, rata-rata usia 35 tahun) dengan memutar 23 rekaman tangisan dari 16 bayi.

Tangisan tersebut direkam saat bayi mengalami ketidaknyamanan ringan ketika mandi, atau rasa sakit akibat suntikan vaksin.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini