Awalnya, tangisan bayi yang lapar terdengar panjang, bernada rendah, dan berulang dengan jeda cukup lama.
Semakin lapar, tangisan menjadi lebih keras, lebih panjang, dan jedanya semakin pendek.
2. Tangisan Rewel/Tidak Nyaman
Tangisan rewel biasanya terdengar pelan dan sesekali, namun akan semakin intens jika kebutuhan tidak segera terpenuhi.
Penyebabnya bisa karena bayi lelah, popok kotor, merasa terlalu panas atau dingin, atau mendapat stimulasi berlebihan maupun kurang.
3. Tangisan Sakit (Sick Cry)
Tangisan ini terdengar berbeda dari tangisan normal.
Bayi tidak akan berhenti menangis meskipun sudah dihibur.
Selain itu, tangisannya mungkin terdengar lemah atau letih.
Tangisan yang terus-menerus, tidak biasa, dan berbeda dari pola normal bisa menjadi tanda bayi sedang sakit.
4. Tangisan Kesakitan (Pain Cry)
Biasanya berupa jeritan tiba-tiba, panjang, dan bernada tinggi.
Tangisan dapat berulang seiring rasa sakit datang kembali dalam gelombang.
Penyebabnya bisa bermacam-macam, seperti infeksi telinga, gas dalam perut, atau ruam popok yang parah.
5. Tangisan Kolik
Baca tanpa iklan