News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bacaan Doa

Doa Ketika Disakiti Orang Lain agar Hati Tak Ingin Balas Dendam

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Nuryanti
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DOA ORANG TERSAKITI - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky, Sabtu (6/12/2025). Ketika disakiti orang lain, seorang muslim dianjurkan untuk tidak membalasnya dengan keburukan terhadap orang yang menyakitinya.

Ringkasan Berita:

  • Seorang muslim dianjurkan untuk tidak membalas dengan keburukan kepada orang yang menyakitinya.
  • Islam menganjurkan agar seseorang bersabar karena Allah Swt akan membalas dengan kemuliaan.
  • Rasulullah Saw mengajarkan doa yang dapat dibaca untuk memohon perlindungan Allah Swt dari orang yang zalim.

TRIBUNNEWS.COM - Seseorang mungkin pernah merasa tersakiti oleh perkataan maupun perbuatan orang lain.

Dalam ajaran Islam, orang yang merasa tersakiti tersebut sebaiknya tidak menyimpan dendam.

Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) menjelaskan bahwa doa orang yang dizalimi/terzalimi termasuk doa mustajab.

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang terzalimi, Allah akan mengangkatnya di bawah naungan awan pada hari kiamat, pintu-pintu langit akan dibukakan untuknya seraya berfirman: Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski setelah beberapa saat." (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad, dinilai hasan)

Karena keutamaan tersebut, alangkah baiknya orang yang dizalimi/terzalimi memanjatkan doa yang baik.

Imam An-Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menyebutkan salah satu hadis yang mengingatkan setiap muslim agar tidak saling menyakiti. 

"Janganlah kalian saling hasad, jangan saling membenci, jangan saling membelakangi, tetapi jadilah hamba Allah yang bersaudara." (HR. Bukhari dan Muslim)

Mereka yang disakiti orang lain lebih baik memaafkan dan menahan amarahnya.

"Bukanlah orang kuat itu yang pandai bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Imam Muslim menulis dalam kitab Shahih Muslim bahwa Rasulullah Saw menganjurkan untuk memaafkan orang yang menyakitinya karena Allah Swt akan memberi balasan baik.

"Sedekah tidak akan mengurangi harta. Dan Allah tidak menambah kepada seorang hamba yang memaafkan (orang lain) kecuali kemuliaan. Dan tidaklah seseorang merendahkan diri karena Allah, kecuali Allah akan meninggikan derajatnya." (HR. Muslim)

Baca juga: Doa Ketika Sedih dan Kecewa, Bisa Menenangkan Hati yang Gelisah

Dalam Kitab Al-Adzkar, Imam An-Nawawi mencantumkan doa yang diajarkan Rasulullah Saw agar terhindar dari mendzalimi dan didzalimi.

Doa Ketika Disakiti Orang Lain 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ

Allahumma innī a‘ūdzu bika an adhilla au udhalla, au azilla au uzalla, au azhlima au uzhlama, au ajhala au yujhala ‘alayya.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menzalimi atau dizalimi, serta berbuat jahil atau diperlakukan dengan jahil."

Doa tersebut merupakan bagian dari hadis berikut.

Rasulullah Saw bersabda: "Jika seseorang keluar dari rumahnya lalu ia berdoa: Dengan nama Allah. Aku bertawakal kepada Allah. Tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tersesat atau disesatkan, tergelincir atau digelincirkan, menzalimi atau dizalimi, serta dari berbuat jahil atau dijahili.” (HR. Abu Dawud, An-Nasa'i, At-Tirmidzi)

Anjuran Islam Ketika Disakiti Orang Lain

Ketika disakiti oleh orang lain, seseorang sebaiknya tidak menempuh jalan yang buruk seperti menyimpan dendam.

Di bawah ini Tribunnews.com merangkum hal-hal yang dianjurkan dalam Islam ketika disakiti orang lain menurut Kitab Al‑Adab al‑Mufrad karya Imam Al‑Bukhari dan Riyad as‑Salihin karya Imam An-Nawawi.

1. Sabar dan tidak membalas dengan keburukan

Seorang muslim dianjurkan untuk bersabar ketika disakiti oleh orang lain.

Selain itu, ia sebaiknya tidak membalas rasa sakitnya dengan berbuat keburukan terhadap orang yang menyakitinya.

Sikap ini mencontoh sikap Rasulullah Saw yang diriwayatkan dalam sebuah hadis.

Dari Aisyah radhiallahu 'anha pula, katanya: "Rasulullah Saw. itu sama sekali tidak pernah memukul dengan tangannya, baik terhadap seseorang wanita ataupun pelayan, melainkan di waktu beliau Saw. sedang berjihad fi-sabilillah - yakni di medan pertempuran melawan kaum kafir. Tidak pernah pula beliau Saw. itu terkena sesuatu yang menyakiti, lalu memberikan pembalasan kepada orang yang berbuat terhadap beliau itu, kecuali jikalau ada sesuatu dari larangan-larangan Allah dilanggar, maka beliau memberikan pembalasan karena mengharapkan keridhaan Allah Ta'ala." (HR. Muslim)

2. Menahan amarah

Dalam Al-Qur'an dijelaskan bahwa Allah Swt mencintai hamba-Nya yang berbuat kebaikan, termasuk menahan amarah dan memaafkan orang lain.

"Yaitu orang-orang yang berinfak pada saat lapang maupun sempit, yang menahan amarah, dan yang memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS Ali ‘Imran: 134)

3. Memaafkan dengan ikhlas jika mampu

Setiap muslim dianjurkan untuk ikhlas memaafkan orang yang menyakitinya.

Hal ini mungkin berat bagi sebagian orang dan hanya dapat dilakukan oleh orang-orang yang berbesar hati.

Allah Swt berfirman: "Dan niscayalah orang yang berhati sabar dan suka memaafkan, sesungguhnya hal yang sedemikian itu adalah termasuk pekerjaan yang dilakukan dengan keteguhan hati." (QS. As-Syura: 43)

4. Berdoa tanpa mendoakan keburukan

Seorang muslim dianjurkan untuk berdoa ketika disakiti oleh orang lain dan memohon pertolongan Allah Swt.

Rasulullah Saw mencontohkan bahwa beliau mendoakan kebaikan bagi orang yang menyakitinya.

Dari Ibnu Mas'ud r.a., katanya: "Seolah-olah - sekarang -saya masih dapat melihat kepada Rasulullah Saw. ketika beliau menceriterakan seseorang Nabi dari para Nabi-nabi shalawatullah wasalamuhu'alaihim, yaitu ketika Nabi tadi dipukul oleh kaumnya, sehingga mereka menyebabkan keluar darahnya dan Nabi itu mengusap darah tersebut dari wajahnya sambil berdoa: "Ya Allah, ampunilah kaumku, karena sesungguhnya mereka itu tidak mengerti." (HR. Muttafaq 'alaih)

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini