TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA -- Hujan deras yang turun di pagi hari tidak menyurutkan langkah ratusan ayah untuk hadir ke sekolah untuk mengambil rapor buah hati mereka di SD Negeri Pondok Bambu 11, Jakarta Timur, Jumat (19/12/2025).
Pemandangan ini menjadi bagian dari GEMAR atau Gerakan Mengambil Rapor Anak yang diinisiasi oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN.
Baca juga: Bupati Ade Kena OTT, Pemkab Bekasi Pernah Dapat Rapor Merah soal Pencegahan Korupsi dari KPK
Pengendara ojek online, Ali (47) hadir sejak pukul 08.00 pagi di SD anak ketiganya, Abinaya menimba ilmu ini.
Sejak pagi, dirinya sengaja tidak mengambil orderan ojol untuk bisa mendampingi Abinaya mengambil rapor.
Raut wajahnya tampak bahagia, ketika mengetahui putra ketiganya itu mendapatkan prestasi membanggakan.
Abinaya, siswa kelas 2 ini meraih peringkat kedua.
Mengenakan kemeja cokelat bermotif kotak-kotak, Ali duduk di bangku depan bersama Abinaya, sesekali tersenyum bangga.
Momen tersebut menarik perhatian Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, yang menyapa langsung para orang tua.
"Hari ini tidak bekerja," tanya Wihaji.
"Tidak pak," ujar Ali.
Wihaji kembali menanyakan tentang pekerjaan Ali.
"Saya pengemudi ojol, pak," jawab pria yang rambutnya sudah mulai dipenuhi uban ini.
Wihaji pun mengapresiasi para ayah yang hadir mengorbankan waktu di pagi ini untuk bersama anak hadir di sekolah.
Baca tanpa iklan