TRIBUNNEWS.COM - Tidur merupakan kebutuhan penting bagi tubuh manusia.
Tanpa mendapat waktu tidur yang cukup, manusia akan kesulitan melakukan aktivitasnya karena tubuh jadi terasa letih dan mengantuk.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh sahabat Zaid bin Tsabit, disebutkan doa yang dapat dibaca ketika seseorang kesulitan untuk tidur.
Zaid bin Tsabit berkata, “Aku mengeluh kepada Rasulullah SAW mengenai insomnia yang menyerangku. Kemudian Rasulullah SAW bersabda, bacalah ini: "Ya Allah, bintang-bintang telah tenggelam dan mata menjadi tenang, sedangkan Engkau Mahahidup lagi Maha Tegak, tidak mengantuk dan tidak tidur. Wahai Yang Hidup dan Berdiri Sendiri, tenangkan malamku dan tidurkan mataku." (HR. Ibnu as-Sunni dalam ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah dan Al-Baihaqi dalam Syu‘ab al-Iman)
Para ulama hadis berpendapat hadis tersebut sanadnya tidak mencapai derajat hasan maupun sahih.
Namun doa dalam hadis itu dapat diamalkan sebagai doa baik karena isinya tidak bertentangan dengan Al-Quran dan sunah.
Doa tersebut terdapat dalam Kitab Al-Adzkar oleh Imam Nawawi.
Doa Ketika Susah Tidur
اللَّهُمَّ غَارَتِ النُّجُومُ، وَهَدَأَتِ الْعُيُونُ، وَأَنْتَ حَيٌّ قَيُّومٌ، لَا تَأْخُذُكَ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ، يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ أَهْدِئْ لَيْلِي وَأَنِمْ عَيْنِي
Allahumma ghāratin-nujūmu, wa hada’atil-‘uyūnu, wa anta ḥayyul-qayyūm, lā ta’khudhuka sinatun wa lā nawm, yā ḥayyu yā qayyūm, ahdi’ laylī wa anim ‘aynī.
Artinya: “Ya Allah, bintang-bintang telah terbenam dan mata-mata telah terpejam. Engkau Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, tidak mengantuk dan tidak tidur. Wahai Yang Maha Hidup lagi Maha Mengatur, tenangkanlah malamku dan tidurkanlah aku.”
Baca juga: Doa Penghapus Dosa Sebelum Tidur yang Diajarkan Rasulullah SAW
Selain doa di atas, seseorang yang sulit tidur dapat juga membaca doa dan ayat Al-Quran sebagai berikut, dikutip dari website Kementerian Agama.
Doa Sebelum Tidur
بِسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوْتُ
Bismika Allahumma ahyaa wa bismika amuut
Artinya: “Dengan nama‑Mu ya Allah, aku hidup dan dengan nama‑Mu aku mati.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Surat Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌ ﴿٤﴾
Qul huwa Allāhu aḥad (1), Allāhuṣ-ṣamad (2), lam yalid wa lam yūlad (3), wa lam yakun lahu kufuwan aḥad (4).
Artinya: “Katakanlah (Muhammad), Dialah Allah Yang Maha Esa (1). Allah tempat bergantung segala sesuatu (2). Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan (3). Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya (4).”
Surat Al-Falaq
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلْفَلَقِ ﴿١﴾ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ ﴿٢﴾ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ ﴿٣﴾ وَمِن شَرِّ ٱلنَّفَّاثَاتِ فِى ٱلْعُقَدِ ﴿٤﴾ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ ﴿٥﴾
Qul a‘ūdhu birabbil-falaq (1), min sharri mā khalaq (2), wa min sharri ghāsiqin idhā waqab (3), wa min sharri an-naffāthāti fil ‘uqad (4), wa min sharri ḥāsidin idhā ḥasad (5).
Baca tanpa iklan