News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bacaan Doa

Doa Keselamatan Diri dan Keluarga agar Terhindar dari Bahaya

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DOA KESELAMATAN DIRI - Gambar didesain Tribunnews di BeFunky dan Paint, Rabu (21/1/2026). Doa keselamatan diri dan keluarga sesuai sunah yang diajarkan Rasulullah. Doa-doa ini dibaca agar dilindungi Allah Swt dari segala marabahaya.

Ringkasan Berita:

  • Ada beberapa doa keselamatan untuk diri sendiri dan keluarga yang bersumber dari hadis dan doa para ulama.
  • Rasulullah Saw mengajarkan doa memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah Swt.
  • Muslim dapat memanjatkan doa kapan saja, namun akan lebih baik jika berdoa pada waktu-waktu yang mustajab.

TRIBUNNEWS.COM - Doa keselamatan dapat dibaca untuk memohon perlindungan Allah Swt, baik untuk diri sendiri maupun anggota keluarga.

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) menjelaskan bahwa Rasulullah Saw mengajarkan doa keselamatan.

Dalam hadis disebutkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: “Mintalah kepada Allah ampunan dan keselamatan, karena tidak ada pemberian yang lebih baik setelah yakin (iman) daripada keselamatan.” (HR. Tirmidzi)

Mengamalkan doa keselamatan secara rutin dapat mendatangkan ketenangan di dalam hati, menjaga keluarga dari gangguan setan dan keburukan.

Selain itu, Allah Swt akan melindungi dan menyelamatkannya dari bahaya di dunia dan akhirat.

Dikutip dari laman BAZNAS, berikut kumpulan doa keselamatan untuk diri sendiri dan keluarga.

Doa Keselamatan Diri 

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Allahumma inni as’aluka al-‘afwa wal-‘afiyata fid-dunya wal-akhirah.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan keselamatan di dunia dan di akhirat.”

Baca juga: Doa Sapu Jagat untuk Memohon Kebaikan di Dunia dan Akhirat

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahil-ladzi la yadurru ma’asmihi syai’un fil-ardi wa laa fis-sama’i wa huwas-sami’ul-‘alim.

Artinya: “Dengan nama Allah yang dengan menyebut-Nya, tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan di bumi maupun di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي

Allahumma inni as’alukal-‘afwa wal-‘afiyata fid-dunya wal-akhirah. Allahumma inni as’alukal-‘afwa wal-‘afiyata fi dini wa dunyaya wa ahli wa mali.

Artinya: “Ya Allah, aku memohon ampunan dan keselamatan di dunia dan di akhirat. Ya Allah, aku memohon keselamatan dalam agamaku, duniaku, keluargaku, dan hartaku.” (HR. Abu Dawud)

Doa Keselamatan Keluarga

أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

U’idzuka bikalimatillahit-tammati min kulli syaithanin wa hammah, wa min kulli ‘ainin lammah.

Artinya: “Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan, binatang berbisa, dan dari pandangan mata yang jahat.” (HR. Bukhari)

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrata a’yun, waj’alna lil-muttaqina imama. 

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan hidup dan keturunan sebagai penyenang hati kami, dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

Waktu yang Paling Baik Untuk Berdoa

Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menyebutkan waktu-waktu terbaik untuk berdoa agar Allah mengabulkan doa tersebut.

1. Antara azan dan iqamat

Waktu antara azan dan iqamat adalah momen yang sangat mustajab untuk berdoa.

Pada saat ini, hati cenderung tenang dan fokus karena sedang bersiap menunaikan salat. 

Rasulullah Saw bersabda: “Doa tidak akan tertolak antara azan dan iqamat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

2. Menjelang waktu salat dan sesudahnya

Menjelang salat, seorang Muslim berada dalam kondisi menunggu ibadah, sehingga niat dan hatinya lebih dekat kepada Allah. 

Setelah salat pun menjadi waktu yang baik karena doa yang dipanjatkan setelah ibadah memiliki peluang besar untuk dikabulkan.

Ketika Rasulullah Saw ditanya tentang doa yang paling didengar (mustajab), beliau bersabda: “(Doa yang paling didengar) adalah pada sepertiga malam terakhir dan setelah salat-salat wajib.” (HR. Tirmidzi, dinilai hasan)

3. Waktu sepertiga malam yang terakhir

Sepertiga malam terakhir adalah waktu paling utama untuk bermunajat. 

Pada waktu ini Allah SWT membuka pintu rahmat dan ampunan-Nya, serta mengabulkan doa-doa hamba yang memohon dengan penuh keikhlasan.

“Tuhan kita Tabaraka wa Ta‘ala turun ke langit dunia setiap malam ketika tersisa sepertiga malam terakhir. Lalu Dia berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mengabulkannya; siapa yang meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberinya; dan siapa yang memohon ampun kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya.’” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Sepanjang hari Jumat

Hari Jumat merupakan hari yang istimewa dalam Islam. Di dalamnya terdapat waktu mustajab doa (salah satunya menjelang Maghrib). 

"Sesungguhnya penghulu hari adalah hari jum'at, dan ia merupakan hari terbesar disisi Allah. Bahkan bagi-Nya ia lebih agung daripada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. Padanya terdapat lima peristiwa penting yakni; Allah menciptakan Nabi Adam as., menurunkannya ke bumi (dunia) dan kemudian pada hari itu Allah mewafatkannya. Dalam hari itu terdapat suatu saat dimana tidak seorang hambapun memohonkan sesuatu, melainkan Allah akan mengabulkan nya sepanjang yang dipintanya itu bukanlah sesuatu yang haram. Dan pada hari jum'at itu kelak akan terjadi hari kiamat. Tidak ada satupun Malaikat muqarabin (Israfil), langit, bumi, angin, gunung-gunung dan lautan melainkan semuanya itu merasa segan pada hari jum'at." (HR. Ibnu Mâjah)

5. Antara Dzuhur dan Ashar, serta Ashar dan Maghrib

Rentang waktu ini termasuk waktu yang tenang dan penuh keberkahan. 

Khusus antara Ashar dan Maghrib, banyak ulama menyebutnya sebagai waktu mustajab karena mendekati pergantian hari dan biasanya diiringi ketenangan hati.

Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Aku mengetahui waktu itu (waktu mustajab doa pada hari Jumat). Yaitu waktu terakhir setelah Ashar.” (HR. Abu Dawud)

6. Ketika khatam membaca Al-Qur’an

Saat selesai membaca Al-Qur’an hingga khatam, doa memiliki keutamaan khusus. 

Membaca Al-Qur’an adalah ibadah agung, dan menutupnya dengan doa menjadi bentuk pengharapan agar amal diterima dan diberi keberkahan.

7. Ketika turun hujan

Hujan adalah tanda rahmat Allah yang turun ke bumi. 

Pada saat ini, doa dianjurkan karena suasana penuh keberkahan dan rahmat, sehingga harapan dikabulkannya doa menjadi lebih besar.

8. Ketika melakukan tawaf

Tawaf di Baitullah adalah ibadah yang sangat mulia. 

Saat tawaf, seorang Muslim berada di tempat paling suci dan dalam kondisi ibadah, sehingga doa-doa yang dipanjatkan memiliki keutamaan dan peluang besar untuk dikabulkan.

9. Ketika menghadapi musuh di medan perang

Dalam kondisi genting dan penuh ujian, doa menjadi bentuk ketergantungan total kepada Allah SWT. 

Pada saat seperti ini, keikhlasan dan kepasrahan seorang hamba sangat tinggi, sehingga doa memiliki nilai yang besar di sisi Allah.

Rasulullah Saw bersabda: “Dua doa yang tidak akan tertolak: doa ketika azan dikumandangkan dan doa ketika peperangan berkecamuk, saat satu pasukan telah saling berhadapan.” (HR. Abu Dawud)

10. Berdoa sebaiknya diulang tiga kali

Mengulang doa hingga tiga kali menunjukkan kesungguhan dan ketekunan dalam memohon. 

Rasulullah Saw mencontohkan pengulangan doa sebagai bentuk adab dan harapan yang kuat agar permohonan dikabulkan oleh Allah SWT.

Dari Abdullah bin Mas‘ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Apabila Nabi Saw berdoa, beliau mengulang doanya tiga kali. Dan apabila beliau meminta (sesuatu), beliau memintanya tiga kali.” (HR. Muslim)

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini