News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bacaan Doa

Doa Membasuh Kaki agar Meraih Siratal Mustaqim, Jalan Lurus yang Diridhai Allah

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Ayu Miftakhul Husna
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DOA MEMBASUH KAKI - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Jumat (17/4/2026). Muslim wajib senantiasa berusaha meraih siratal mustaqim, jalan lurus dan benar yang diridhai Allah SWT. Berikut doa agar meraih siratal mustaqim.

Secara bahasa berarti jalan yang jelas dan tidak menyimpang, sedangkan secara istilah dimaknai sebagai jalan kebenaran, yaitu agama Islam yang mengantarkan manusia kepada ridha Allah dan surga-Nya.

Para ulama menjelaskan bahwa Siratal Mustaqim tidak hanya dipahami, tetapi harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari melalui ibadah dan akhlak yang baik.

Selain itu, istilah ini juga berkaitan dengan perjalanan akhirat saat manusia melewati shirath di atas neraka.

Karena itu, setiap Muslim senantiasa memohon petunjuk Allah, sebagaimana dalam Surah Al-Fatihah ayat 6: “Tunjukilah kami jalan yang lurus.”

Penjelasan tersebut dikutip dari Jurnal KONSEP AL-ṢIRᾹṬ AL-MUSTAQĪM DALAM AL-QUR`AN (Studi Tafsir Tematik Ayat-ayat yang Menjelaskan Term Al-Ṣirāṭ Al-Mustaqīm) oleh Arief Rahman, Rahendra Maya, dan Solahudin.

Siratal Mustaqim dalam Pandangan Para Ahli Hadis

Dalam pandangan para ahli hadis (muhaddits), Siratal Mustaqim tidak hanya dimaknai sebagai jalan hidup di dunia, tetapi juga memiliki kaitan erat dengan peristiwa di akhirat.

Beberapa hadis Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Siratal Mustaqim adalah jalan menuju kebenaran, yaitu agama Islam yang mengantarkan manusia kepada ridha Allah dan surga-Nya.

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Aisyah r.a., Rasulullah SAW berdoa saat bangun malam agar selalu ditunjukkan kepada kebenaran dan jalan yang lurus:

“Ya Allah Rabb Malaikat Jibril, Mika„il dan Israfil. Pencipta langit dan bumi, yang Maha Mengetahui yang samar dan yang nampak. Engkau mengadili di antara hamba-hamba-Mu berkaitan dengan apa-apa yang mereka perselisihkan. (Karena itu) Tunjukkkanlah aku kepada kebenaran dengan idzin-Mu Sesungguhnya Engkau memberi petunjuk kepada siapa saja yang Engkau kehendaki menuju al-Ṣirāṭ al-Mustaqīm (Jalan yang lurus).”

Doa ini menegaskan bahwa Siratal Mustaqim adalah petunjuk hidup yang harus selalu dimohonkan kepada Allah, karena hanya dengan bimbingan-Nya seseorang dapat tetap berada di jalan yang benar.

Selain itu, hadis lain dari Abu Hurairah menjelaskan tentang shirath, yaitu jembatan yang dibentangkan di atas neraka Jahannam pada hari kiamat.

"Al-Ṣirāṭ dibentangkan diatas punggung jahannam.Aku dan umatku yang pertama kali melewatinya. Hanya para rasul yang berhak berbicara pada hari itu. Do'a para rasul adalah: "Ya, Allah selamatkanlah mereka, selamatkanlah mereka”. Di atas Jahannam itu terdapat jangkar-jangkar yang bagaikan duri Sa'dan. Tahukah kalian apa duri Sa'dan itu? [Sa'dan adalah sejenis tumbuhan yang dipenuhi dengan duri pada segala sisinya] Kami menjawab: Ya. Sungguh ia seperti duri Sa'dan. Hanya Allah sajalah yang mengetahui besarnya. Mereka semua akan diperlakukan sesuai dengan amal perbuatan mereka.” (HR. Bukhari)

Para ulama, seperti Ibnu Hajar al-Asqalani, menjelaskan shirath tersebut adalah jembatan yang menghubungkan manusia menuju surga.

Namun, tidak semua orang dapat melaluinya dengan mudah.

Dalam hadis lain disebutkan bahwa ada yang melintas secepat kilat, angin, atau burung, tetapi ada pula yang tersandung, terluka, bahkan jatuh ke dalam neraka.

Perbedaan kecepatan dan keselamatan saat melewati shirath menunjukkan bahwa amal seseorang di dunia menjadi penentu nasibnya di akhirat.

Orang yang beriman dan istiqamah akan dimudahkan, sedangkan mereka yang lalai akan menghadapi kesulitan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini