Namun, banyak ulama yang menganggap hadis ini dhaif (lemah) sehingga kurang dapat dijadikan hujjah.
2. Melakukan tahnik
Tahnik adalah mengunyahkan kurma atau makanan manis, lalu mengoleskannya ke langit-langit mulut bayi. Ini merupakan sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.
Dari Abu Musa RA, ia berkata: “Aku dikaruniai seorang anak, lalu aku membawanya kepada Nabi SAW. Beliau menamainya Ibrahim dan mentahniknya dengan kurma.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Tahnik mengandung makna doa agar anak tumbuh kuat dan sehat sejak awal kehidupannya.
3. Memberikan nama yang baik
Memberi nama yang baik adalah bentuk doa dan harapan orang tua kepada anaknya. Dalam Islam, nama memiliki makna penting karena akan melekat sepanjang hidup seseorang.
Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya kalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama kalian dan nama ayah kalian, maka perbaguslah nama kalian.” (HR. Abu Dawud)
4. Melaksanakan aqiqah
Aqiqah merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah atas kelahiran anak. Untuk anak laki-laki disunnahkan menyembelih dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan satu ekor kambing.
Rasulullah SAW bersabda: “Setiap anak tergadai dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, dicukur rambutnya, dan diberi nama.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Aqiqah juga menjadi sarana berbagi kebahagiaan dengan keluarga dan masyarakat sekitar.
5. Mencukur rambut bayi dan bersedekah
Pada hari ketujuh, rambut bayi dianjurkan untuk dicukur, lalu ditimbang dan disedekahkan seberat timbangan rambut tersebut dalam bentuk perak atau nilainya.
Hal ini sebagaimana dilakukan pada cucu Rasulullah SAW, Hasan dan Husain.
6. Mendoakan kebaikan untuk bayi
Selain amalan-amalan di atas, orang tua juga dianjurkan untuk memperbanyak doa bagi anaknya. Doa menjadi bentuk perlindungan dan harapan agar anak tumbuh dalam iman dan kebaikan.
Allah SWT berfirman: “Dan orang-orang yang berkata: ‘Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.’” (QS. Al-Furqan: 74)
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan