News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Bacaan Doa

Doa Mencium Hajar Aswad, Batu Hitam dari Surga yang Ada di Kabah

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Garudea Prabawati
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DOA MENCIUM HAJAR ASWAD - Gambar dibuat di Be Funky dan Paint, Senin (11/5/2026). Jemaah haji/umrah disunahkan untuk mencium/menyentuh Hajar Aswad, batu hitam yang berada di sudut Kabah, dekat dengan pintu Kabah.

Ringkasan Berita:

  • Hajar Aswad adalah batu hitam di sudut Ka’bah yang menjadi penanda awal dan akhir thawaf di Masjidil Haram.
  • Jemaah haji/umrah disunnahkan untuk menyentuh atau mencium Hajar Aswad.
  • Dalam sejarah, batu ini diyakini berasal dari surga dan memiliki nilai simbolis sejak zaman Nabi Ibrahim AS, bukan untuk disembah.
  • Mencium Hajar Aswad adalah bentuk ibadah dan ketaatan pada sunnah Nabi SAW, bukan karena batu itu memberi manfaat atau mudarat.

TRIBUNNEWS.COM - Hajar Aswad merupakan batu mulia yang terletak di salah satu sudut Kabah dan menjadi titik awal serta akhir tawaf di Masjidil Haram.

Dalam sejarah Islam, Hajar Aswad diyakini berasal dari surga dan diturunkan Allah SWT kepada Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS ketika membangun Kabah.

Rasulullah SAW juga mencontohkan untuk menyentuh, mencium, atau memberi isyarat ke arah Hajar Aswad saat tawaf sebagai bentuk mengikuti sunnah beliau. 

“Sesungguhnya Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata kepada Hajar Aswad: ‘Demi Allah, sungguh aku mengetahui bahwa engkau hanyalah batu, tidak dapat memberi mudarat dan tidak pula memberi manfaat. Seandainya aku tidak melihat Nabi SAW menyentuhmu, niscaya aku tidak akan menyentuhmu.” Lalu beliau pun menyentuhnya. Kemudian beliau berkata: ‘Apa urusan kita dengan ramal (berlari-lari kecil saat thawaf)? Dahulu kami melakukannya untuk memperlihatkan kekuatan kepada kaum musyrikin, padahal sekarang Allah telah membinasakan mereka.” Lalu beliau berkata lagi: ‘Sesuatu yang pernah dilakukan Nabi SAW, maka kami tidak suka meninggalkannya.’” (HR Bukhari)

Dalam hadis lain dijelaskan bahwa Hajar Aswad akan bersaksi kepada Allah SWT tentang orang yang menyentuhnya dengan benar.

Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Demi Allah, Allah akan membangkitkan Hajar Aswad pada Hari Kiamat. Batu itu memiliki dua mata yang dapat melihat dan lisan yang dapat berbicara, lalu ia akan bersaksi bagi orang yang menyentuhnya dengan benar.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Mencium Hajar Aswad bukan berarti mengagungkan batu tersebut sebagai pemberi manfaat atau mudarat, melainkan bentuk ketaatan dan ittiba’ kepada Rasulullah SAW.

Karena itu, umat Islam dianjurkan membaca doa dan bertakbir ketika berada di depan Hajar Aswad, baik saat dapat menciumnya secara langsung maupun ketika hanya mampu memberi isyarat dari kejauhan.

Sunah ini lebih dianjurkan bagi jemaah haji/umrah laki-laki, dan jika tidak bisa mencium atau menyentuh Hajar Aswad karena padat, cukup menghadap ke arahnya sambil mengangkat tangan dan membaca takbir.

Sementara jemaah haji/umrah perempuan cukup mengangkat tangan dan membaca takbir.

Baca juga: Doa di Multazam, Tempat Mustajab Berdoa di Antara Hajar Aswad dan Pintu Kabah

Para ulama menegaskan bahwa perempuan tidak dianjurkan memaksakan diri untuk mencium atau menyentuh Hajar Aswad jika menimbulkan desakan, campur baur dengan laki-laki, atau berpotensi menimbulkan fitnah dan mudarat.

Mengutip laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut doa ketika mencium dan menyentuh Hajar Aswad.

Doa Mencium Hajar Aswad

بِاسْمِ اللهِ وَاللهُ أَكْبَرُ

بِاسْمِ اللَّهِ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ إيمَانًا بِاَللَّهِ وَتَصْدِيقًا بِمَا جَاءَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Bismillāhi wa Allāhu Akbar.

Allāhumma īmānan bika wa taṣdīqan bikitābika wa wafā’an bi‘ahdika wattibā‘an lisunnati nabiyyika Muḥammadin ṣallallāhu ‘alaihi wasallam.

Artinya: “Dengan nama Allah, dan Allah Maha Besar. Ya Allah, aku melakukan ini karena iman kepada-Mu, membenarkan kitab-Mu, memenuhi janji kepada-Mu, dan mengikuti sunnah Nabi-Mu Muhammad SAW.”

Hajar Aswad

Kementerian Agama menjelaskan bahwa Hajar Aswad merupakan batu hitam yang berada di salah satu sudut Kabah, tepatnya di sudut tenggara dekat pintu Kabah.

Batu ini memiliki kedudukan istimewa dalam ibadah haji dan umrah karena Rasulullah SAW mencontohkan untuk menyentuh dan menciumnya saat thawaf.

Tradisi menyentuh atau mencium Hajar Aswad dikenal dengan istilah istilam dan hukumnya sunnah menurut mayoritas ulama dari mazhab Maliki, Syafi’i, Hanafi, dan Hanbali.

Jika tidak memungkinkan menyentuh secara langsung karena padatnya jamaah, cukup memberi isyarat dengan tangan sambil bertakbir.

Dalam sejarahnya, Hajar Aswad disebut ditemukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS saat membangun Kabah.

Ketika Kabah dipugar oleh kaum Quraisy sebelum Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul, sempat terjadi perselisihan mengenai siapa yang berhak meletakkan kembali Hajar Aswad ke tempatnya. 

Rasulullah SAW kemudian menjadi penengah dengan membentangkan kain, meletakkan Hajar Aswad di atasnya, lalu meminta para pemuka Quraisy bersama-sama mengangkat kain tersebut.

Setelah sampai di tempatnya, Rasulullah SAW sendiri yang meletakkan batu itu kembali di sudut Kabah.

Hikmah Mencium Hajar Aswad

Mengutip laman Muhammadiyah, berikut beberapa hikmah mencium Hajar Aswad:

1. Mengikuti sunnah Rasulullah SAW

Mencium atau menyentuh Hajar Aswad dilakukan sebagai bentuk ittiba’ atau mengikuti teladan Nabi Muhammad SAW saat thawaf.

Hal ini sebagaimana perkataan Umar bin Khattab bahwa beliau melakukannya karena melihat Rasulullah SAW melakukannya, bukan karena batu itu memiliki kekuatan tertentu.

2. Menjadi penanda awal thawaf

Hajar Aswad memiliki fungsi penting sebagai titik dimulainya thawaf mengelilingi Kabah.

Karena itu, keberadaannya membantu jamaah mengetahui awal dan akhir putaran thawaf.

3. Mengingat sejarah para nabi

Hajar Aswad berkaitan dengan sejarah pembangunan Kabah oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. 

Dengan menyentuh atau menciumnya, umat Islam diingatkan pada perjuangan dan jejak ibadah para nabi terdahulu.

4. Menumbuhkan kecintaan kepada syiar Islam

Antusiasme umat Islam untuk mendekati Hajar Aswad menunjukkan rasa cinta terhadap simbol-simbol ibadah yang berkaitan dengan Baitullah dan sunnah Nabi SAW.

5. Melatih adab dan pengendalian diri

Para ulama menekankan bahwa mencium Hajar Aswad adalah sunnah, bukan kewajiban.

Karena itu, jamaah diajarkan agar tidak berlebihan, tidak menyakiti orang lain, dan tidak memaksakan diri saat kondisi sangat padat.

6. Menegaskan bahwa Islam tidak menyembah batu

Meskipun dihormati, Hajar Aswad tetap hanyalah batu yang tidak memberi manfaat atau mudarat dengan sendirinya.

Penghormatan terhadapnya murni karena perintah dan contoh Rasulullah SAW, bukan bentuk penyembahan.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini