وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ
“Dan berdzikirlah kepada Allah pada hari-hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah: 203)
Hari Tasyrik juga ditegaskan oleh Rasulullah SAW sebagai bagian dari hari raya umat Islam.
Dalam hadis disebutkan bahwa Hari Arafah, Idul Adha, dan Hari Tasyrik adalah hari besar umat Islam yang identik dengan makan, minum, dan berdzikir kepada Allah, bukan berpuasa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kami umat Islam, dan hari-hari tersebut adalah hari makan dan minum.” (HR. An-Nasa’i)
Dengan demikian, Hari Tasyrik bukan waktu untuk menahan diri seperti puasa, tetapi justru waktu untuk mensyukuri nikmat Allah melalui ibadah, kebersamaan, dan konsumsi makanan halal yang telah dianugerahkan.
Jadwal Hari Tasyrik 2026
Jika Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H jatuh pada 27 Mei 2026, maka Hari Tasyrik (11–13 Dzulhijjah) jatuh pada:
- Hari Tasyrik 1 (11 Dzulhijjah): 28 Mei 2026
- Hari Tasyrik 2 (12 Dzulhijjah): 29 Mei 2026
- Hari Tasyrik 3 (13 Dzulhijjah): 30 Mei 2026
Jadi, Hari Tasyrik 2026 berlangsung selama 28–30 Mei 2026.
Anjuran dan Amalan di Hari Tasyrik
Hari Tasyrik justru dipenuhi dengan amalan-amalan yang ringan tetapi bernilai besar di sisi Allah SWT.
Dikutip dari Facebook Ditjen Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI dan https://kabtulungagung.baznas.go.id/, berikut anjuran dan amalan di hari Tasyrik:
1. Memperbanyak dzikir kepada Allah
Dzikir menjadi amalan utama di Hari Tasyrik.
Umat Islam dianjurkan memperbanyak tasbih, tahmid, tahlil, takbir, dan istighfar sebagai bentuk pengagungan kepada Allah setelah menyelesaikan puncak ibadah Idul Adha.
2. Memperbanyak doa dan rasa syukur
Hari Tasyrik adalah waktu yang sangat baik untuk memanjatkan doa.
Umat Islam dianjurkan memohon kebaikan dunia dan akhirat, sekaligus memperkuat rasa syukur atas rezeki yang telah diberikan Allah, termasuk nikmat kesehatan, keluarga, dan makanan.
Baca tanpa iklan