Penyembelihan hewan kurban tidak hanya dilakukan pada 10 Dzulhijjah, tetapi juga masih sah dilakukan pada Hari Tasyrik hingga 13 Dzulhijjah.
Ini menjadi kesempatan bagi umat Islam yang belum sempat berkurban pada hari Idul Adha.
4. Menikmati makanan dan minuman sebagai bentuk ibadah
Pada hari ini, umat Islam justru dianjurkan untuk makan dan minum.
Hal ini bukan sekadar aktivitas duniawi, tetapi bagian dari ibadah syukur kepada Allah SWT.
Daging kurban yang melimpah menjadi simbol kebersamaan dan kepedulian sosial.
5. Bertakbir setelah shalat wajib
Setelah shalat fardhu, umat Islam dianjurkan untuk mengumandangkan takbir.
Takbir ini menjadi bentuk pengagungan kepada Allah yang terus berlanjut sejak Idul Adha hingga akhir Hari Tasyrik.
Larangan di Hari Tasyrik
Larangan utama yang sangat jelas dalam Hari Tasyrik adalah berpuasa.
Rasulullah SAW melarang umat Islam berpuasa pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, kecuali bagi jamaah haji yang tidak mendapatkan hewan kurban.
Larangan ini memiliki makna mendalam: Islam mengajarkan bahwa ada waktu untuk beribadah dengan menahan diri, dan ada waktu untuk beribadah dengan menikmati nikmat Allah. Hari Tasyrik adalah waktu kedua, waktu untuk bersyukur, bukan menahan lapar dan haus.
(Tribunnews.com/Farra)
Artikel Lain Terkait Hari Tasyrik
Baca tanpa iklan