Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jatuhnya korban jiwa karena kecelakaan di Layang Non Tol (JLNT) Casablanka, Senin (27/1/2014) malam serta ada razia dari siang hingga sore oleh Kepolisian, Selasa (28/1/2014) sepertinya tak membuat para pengendara motor gentar melintasi jalur tersebut.
Pantauan Tribunnews.com, malam ini pukul 19.00 WIB, dari arah Jalan Karet Bivak atau depan City Walk yang merupakan akses masuk JLNT Casablanka hingga ke Jalan Casablanka, Menteng Pulo, Jakarta Selatan, masih banyak dilintasi kendaraan roda dua.
Meskipun di depan JLNT ada tanda larangan bagi kendaraan roda dua atau kendaraan roda empat bermuatan lebih, tampaknya peraturan itu hanya menjadi pajangan bagi para pengendara motor.
Pasalnya akses jalan yang bebas dari kemacetan, dibandingkan harus melalui jalan lainnya termasuk juga menghemat waktu lebih cepat sampai tempat tujuan menjadi alasan utama para pengendara motor melintas di JLNT.
Meski begitu, ada pula satu atau dua kendaraan roda dua meski sudah melintasi JLNT mereka lawan arah, dan melalui jalur bawah.
Ditemui di JLNT, Agus seorang pengendara motor yang kembali lawan arah mengaku terpaksa melakukan hal yang membahayakan keselamatannya karena takut terkena razia polisi.
"Awalnya tergoda juga lewat JLNT, karena kan sepi terus lebih cepat sampai. Tapi pas setengah jalan, saya puter balik karena ingat tadi siang baca berita online ada razia. Dari pada kena razia, mending puter balik saja," tuturnya.