Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta memantau Jakarta Smart City Lounge yang merupakan fasilitas untuk mendukung implementasi Jakarta Smart City.
Tanpa dijadwalkan pria yang akrab disapa Ahok mendatangi Jakarta Smart City Lounge yang berada di gedung Blok B, lantai 3, Balai Kota, Jakarta.
Mengenakan batik lengan panjang, Ahok didampingi ajudan dan stafnya melihat langsung fasilitas pendukung Jakarta Smart City.
Ia pun mendapat penjelasan dari Kepala Unit Pengelola Teknis Jakarta Smart City Setiaji .
Di Jakarta Smart City Lounge itu, dilengkapi dengan LED wall dan peralatan teknologi terbaru lainnya.
Ahok mempertanyakan, apa saja yang bisa dilakukan di Jakarta Smart City Lounge,
"Bisa lihat soal data anggaran? Kita punya ini, hebatnya apa?" tanya Ahok sambil memegang dagunya ke Setiaji.
Setiaji menjelaskan, di tempat tersebut berkumpul anak muda kreatif.
Mereka bisa membuat aplikasi dan start up untuk mendukung program Jakarta Smart City, semisal aplikasi laporan warga Qlue.
"Misalnya, ada laporan warga di Qlue yang tidak ditindaklanjuti selama lima hari nanti akan muncul alert-nya," ujar Setiaji menjawab Ahok.
Di dalam ruangan seluas 500 meter persegi ini, Ahok juga meminta ke Setiaji, agar Jakarta Smart City bisa aktif membantunya melaporkan lurah-lurah yang tidak menindaklanjuti laporan warganya.
"Lurah yang ngeyel, bisa dapat laporan dari sini. Kalau yang ngeyel terus, kita pecat," ucap Ahok.
Dikatakan dia, lurah itu layaknya real estate manager.
"Misal bisa memantau ada genangan di mana saja. Itu harus dipikirin tuh. Yang salurannya mampet juga," kata Ahok.
Baca tanpa iklan