News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Polemik Kalijodo

Ibadah Terakhir di Kalijodo Diwarnai Tangis Haru Perpisahan

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Umat kristiani melakukan ibadah di Gereja Bethel Indonesia di kawasan Kalijodo, Jakarta, Minggu (28/2/2016). Sebelum penggusuran kawasan Kalijodo yang akan dilaksanakan pada 29 februari besok, umat kristiani memanfaatkan untuk ibadah yang terakhir kalinya di Gereja yang terdapat di kawasan Kalijido tersebut. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

"Beda ya. Kemarin-kemarin ramainya karena ada kafe. Sekarang ramainya orang bongkar rumah," imbuh Ibu Jumi.

Rencananya, setelah hari terakhirnya berjualan, Ibu Jumi akan pindah berjualan ke Jatinegara.

Taman Pertaubatan
Sejak dua pekan setelah Pemprov DKI Jakarta menyampaikan akan membongkar kawasan pelacuran dan pemukiman itu, tak ada lagi kerlap-kerlip lampu yang menyinari kawasan Kalijodo.

Suara musik kadang terdengar hingga jalan tol dari arah Bandara Soekarno-Hatta dan sebaliknya, juga menghilang.

Hampir sebagian besar tempat hiburan malam, hunian warga, dan warung di Kalijodo sudah dikosongkan.

Bangunan-bangunan permanen itu sudah siap untuk dibongkar dengan 10 unit alat berat jenis ekskavator atau beckho berwarna kuning.

"Hari ini SP 3 sudah diberikan. Kalau dilihat (Kalijodo) wilayah Jakarta Barat, warga sudah mengangkut barang-barangnya, jadi tinggal dibongkar," ujar Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi di Kalijodo.

Rencananya, Pemprov DKI akan membongkar bangunan yang berdiri di atas zona hijau di Kalijodo pada Senin (29/2/2016).

Sebanyak 5.000 aparat gabungan dari Satpol PP, Polisi, serta TNI siap siaga mengamankan jalannya pembongkaran.

Di kawasan itu terdapat 755 bangunan rumah, 58 bangunan kafe dan tiga tempat ibadah. Selama ini terdapat hampir 3500 warga bermukim di kawasan tersebut. Serta 400 pekerja seks komersial (PSK) bekerja di cafe-cafe Kalijodo.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Mohammad Iqbal, mengatakan, polisi hanya membantu mengamankan pembongkaran.

"Jangan sampai ada gangguan keamanan berupa gesekan, macet, dll. Hadirnya polisi untuk semua. Ciptakan rasa aman," tegas Kombes Iqbal.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meminta masyarakat supaya tidak menonton proses pembongkaran di kawasan Kalijodo.

"Yang paling penting kita enggak mau ada banyak warga yang melihat, emangnya tontonan. Intinya kita enggak mau ditonton dan bikin macet," kata Basuki.

Pria yang akrab disapa Ahok tersebut mengungkapkan pihaknya akan berkoordinasi dengan polisi untuk mengatur lalu lintas di sekitar Kalijodo.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini