TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Staf bendahara tim pemenangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Michael Sianipar terlihat membawa empat boks besar berisikan data dari nama masing-masing penyumbang untuk dana kampanye pasangan nomor urut dua tersebut.
Boks-boks besar itu akan diberikan kepada KPU DKI Jakarta sebagai laporan penerimaan sumbangan dana kampanye.
Hingga saat ini, kata dia, timnya saat ini mengumpulkan dana sebesar Rp 48 miliar selama masa kampanye berlangsung.
"Sementara ini sudah Rp 48 miliar yang terkumpul. Ini masih bisa berubah terus, karena belum kami tutup akunnya," jelas Michael di Kantor KPU DKI Jakarta, Selasa (20/12/2016)
Sedangkan biaya pengeluaran selama masa kampanye yang sudah berjalan selama hampir dua bulan ini, Michael mengaku menghabiskan Rp 6 miliar dari sumbangan dana kampanye.
"Angka persisnya sekitar Rp 5,8 miliar tapi dibulatkanlah menjadi Rp 6 miliar, soalnya kampanye ini kan masih jalan terus," tambahnya.
Pihaknya pun hingga saat ini masih terus membuka dana sumbangan, namun harus tetap dengan syarat yang sudah ditentukan oleh KPU dan juga pihak tim pemenangan Ahok-Djarot.
"Intinya kalau kami, ya harus ada KTP dan NPWP, kalau tidak ya terpaksa dana itu akan kami serahkan kepada negara," kata Michael.