News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pilgub DKI Jakarta

Kampanye Prabowo Ikut Dongkrak Elektabilitas Anies-Sandi

Penulis: Taufik Ismail
Editor: Adi Suhendi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kedua kanan) bersama sejumlah artis pendukung bernyanyi bersama saat Rapat Umum Kampanye Akbar di Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (5/2/2017). Kampanye akbar yang dihadiri ribuan pendukung pasangan calon nomor urut tiga tersebut merupakan gelaran kampanye terakhir Pilgub DKI 2017. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto ikut turun mengkampanyekan Anies Baswedan - Sandiaga Uno sejak awal Januari lalu.

Prabowo ikut blusukan hingga kampanye Akbar di sejumlah tempat di Jakarta.

Turunnya Prabowo mengkampanyekan Anies-Sandi‎, ternyata efektif meningkatkan elektabilitas.

Seperti yang diutarakan Direktur Indonesia Survey Center (ISC) Saif Saefudin di Jakarta, Sabtu (11/2/2017).

‎Menurutnya Kenaikan elektabilitas Anies-Sandi terjadi karena manuver Prabowo Subianto yang semakin gencar dan aktif keliling Jakarta untuk membantu mengkampanyekan dukungan kepada Anies-Sandi.

"Puncaknya saat kampanye Akbar di Lapangan Banteng yang dibanjiri massa," katanya.

Selain itu, kenaikan elektabilitas Anies-Sandi juga karena banyak yang menilai performa debat Anies-Sandi baik.

Itu menyebabkan mereka yang selama ini masih ragu dengan pilihannya kemudian beralih ke pasangan nomor tiga.

‎"Itu juga berarti swing voters lebih tinggi pada pasangan Ahok-Djarot dan Agus-Sylvi, daripada Anies-Sandi," paparnya.

Dalam hasil survei Indonesia Survey Center (ISC)‎ yang dilakukan 1-4 Februari 2017 itu, menunjukan jika pemilihan dilakukan saat ini, maka pasangan Anies-Sandi memimpin dengan 42,13 persen.

Kemudian disusul pasangan Ahok-Djarot 29,42 persen dan Agus-Sylvi 22,57 persen, serta yang belum menentukan pilihan 5,88 persen.

Dengan catatan itu penurunan terjadi terhadap dua pasangan calon dari survei sebelumnya yang dilaksanakan pada 24-26 Januari 2017.

Ahok-Djarot sedikit mengalami penurunan dari 30,04 persen menjadi 29,42 persen.

Begitu juga dengan Agus-Sylvi ada penurunan dari 24,95 persen menjadi 22,57 persen‎.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini