"Memang kalau enggak disholati yang dosa yang mati? Yang dosa adalah yang hidup," tegasnya.
"Nah orang yang mengancam itu juga di hadisnya: Menolak untuk sholat kepada orang mati padahal orang yang mati itu ahli qiblat, yang masih sholat dalam hidupnya, itu bukan alamat ahlu sunnah wal jamaah," terang Nusron.
Sementara itu, Ustadz Zuhri Yaqub dalam ceramahnya mengatakan, berdasarkan hasil ijtihad para ulama, ada yang membolehkan memilih non muslim menjadi pemimpin seperti gubernur. Maka dari itu, bagi yang beda pilihan tidak boleh mengkafirkan sesama.
"Jangan hanya karena sahwat kekuasaan, takut kalah, lalu mengkafirkan yang beda pilihan," katanya.
Baca tanpa iklan