"Ada juga Pak Amien Rais yang punya julukan Ayatullah-nya Indonesia," ujar Prabowo yang disambut tawa hadirin.
Ada pula Erwin Aksa, Ketua DPP Partai Golkar dan kader Golkar Fuad Mansyur yang disebut Prabowo sebagai tokoh muda.
"Ada panglima tim sukses, Mardani Ali Sera," kata mantan Danjen Kopassus itu.
"Ada Fadli Zon yang jabatan barunya adalah penyair," imbuh Prabowo yang disambut derai tawa.
"Ada Pak Farouk (Muhammad), Wakil Ketua DPD yang sah. Di sini semua sah ya," katanya.
Begitu waktu pemungutan suara berakhir dan hitung cepat dimulai, pasangan Anies-Sandi menunjukkan perolehan suara yang lebih tinggi dari pasangan Basuki-Djarot.
Gejala ini terjadi pada hampir semua hitung cepat pilkada DKI putaran dua yang dilakukan oleh berbagai lembaga.
Ketika seluruh data hitung cepat masuk, Anies-Sandi tetap lebih unggul dari Basuki-Djarot.
Data untuk hasil hitung cepat Kompas, telah terkumpul seluruhnya sekitar pukul 17.00 WIB. Hasilnya, Anies-Sandi meraup 58 persen suara sedangkan sisanya merupakan suara Basuki-Djarot.
Menurut Peneliti Litbang Kompas Ratna Sri Widyastuti, ketika data yang masuk sudah mencapai 75 persen, maka presentase perolehan biasanya sudah stabil.
Ratna juga menegaskan, hasil hitung cepat Kompas bukanlah hasil resmi, karena hasil resmi merupakan hitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Hitung cepat yang dilakukan Charta Politika dan Populi Center juga setali tiga uang. Kedua lembaga survei itu menempatkan Anies-Sandi sebagai pasangan pendulang suara terbanyak.
Sejak Rabu pagi, Anies terlihat gembira dan penuh percaya diri.
Setelah memberikan suara di tempat pemungutan suara (TPS) di dekat rumahnya di Cilandak, Jakarta Selatan, Anies segera ke posko pemenangan Anies-Sandi di Menteng, Jakarta Pusat.
Di tempat itu Anies menari dengan diiringi lagu kampanye pasangan calon gubernur-wakil gubernur nomor urut tiga berjudul 'Kobarkan semangat'.
Baca tanpa iklan