“IWD mengkhawatirkan modus serupa akan kembali digunakan dalam Pilkada 2018 mendatang. Ini jelas pradoks dalam praktek demokrasi di Indonesia, ketika faktor etnis dan agama bisa mengalahkan faktor prestasi dan kapasitas, jika diteruskan akan jadi sangat berbahaya bagi demokrasi kita,” pungkas Endang.
Seperti diketahui, pilkada serentak akan kembali digelar dalam jumlah lebih banyak tahun 2018.
Baca tanpa iklan