"Kalaupun anggaplah suami saya bersalah, tetapi mestinya tidak diperlakukan dengan cara-cara begitu. Saya minta pelaku dihukum‎ seumur hidup biar mereka tahu bagaimana rasanya ditinggal keluarga," katanya.
"Yang terpenting adalah, saya ingin suami saya ini adalah korban terakhir atas kesewenang-wenangan amukan massa," pungkasnya.
Diketahui, suami Zubaidah tewas dibakar hidup-hidup di Pasar Muara Bakti, Desa Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi pada Selasa (1/8/2017) karena diduga mencuri amplifier milik mushala Al-Hidayah Kampung Cabang empat, Desa Hurip Jaya, Bekasi.
Penulis: Theo Yonathan Simon Laturiuw
Baca tanpa iklan