Ia mengungkapkan rombongan polisi datang dipimpin oleh Kapolsek Kramat Jati, Kompol Nurdin A R. Saat kapolsek mendatangi rumah itu, ia langsung masuk menuju pintu belakang.
Gideon pun menyatakan tak ada pihak dari RT maupun RW yang memberitahunya perihal kedatangan polisi yang mendadak tersebut.
"Kami panik lagi nonton, mereka tiba-tiba langsung masuk ke pintu belakang, anggota lainnya juga ikutan masuk"
"Kami kaget. Ini sangat-sangat tidak bagaimana ya. Karena dilakukan tanpa sepengetahuan pengurus setempat seperti RT, RW, Lurah atau Camat," jelasnya.
Gideon melanjutkan pertemuan itu ialah perintah dari Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang instruksikan lakukan pemantauan di sekitar setiap Asrama Papua se-Jabodetabek.
"Yang dibicarakan katanya dari Kapolri diminta untuk memantau mahasiswa Papua di Jabodetabek"
"Jadi semua Asrama Papua didatangi pihak kepolisian dan jangan sampai ada tindakan seperti itu. Mereka mengawasi," tutur Gideon.
Para mahasiswa di asrama tersebut kemudian merespons baik.
Mereka menyatakan tak akan terprovokasi atas kejadian insiden di Surabaya yang memicu kerusuhan di Manokwari. (abs)