TRIBUNNEWS.COM - Seorang ketua RT di wilayah Palmerah, Jakarta Barat, tewas setelah terluka karena ditusuk warganya.
Pelaku berinisial RA, tak terima dirinya ditegur karena berkumpul pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Ia pun akhirnya dendam atas teguran yang diberikan oleh Ketua RT tersebut.
Kasat Reskrim Polres Metro, Kompol Arsya Khadafi mengatakan, korban berulang kali menegur pelaku.
Sehingga, pelaku tak terima hingga akhirnya spontan untuk melakukan pembunuhan.
"Pelaku saudara RA ini merasa kesal, karena korban dianggap sering mengganggu pada saat pelaku berkumpul-kumpul dengan temannya di daerah tersebut," ujar Arsya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Jumat (19/6/2020).
Baca: Stres karena Dipecat, Pemuda di Tangsel Nekat Bunuh Diri, Sempat Menangis Semalam hingga Demam
Baca: Ketenangan Yusron Hadapi Pacar Terapis Yang Baru Ia Bunuh, Berikut Fakta-faktanya
Baca: Kisah Mahasiswa di Surabaya Nekat Bunuh Terapis Pijat Plus-plus Langganannya, Dipicu Cekcok Tarif
"Beberapa kali diberikan teguran pada masa PSBB ini, akhirnya saat pelaku tahu korban berada di posisi saat itu, kemudian spontan mengambil pisau yang ada di sekitar."
"Menghampiri korban lalu melakukan penusukan," terangnya.
Saat dibawa ke rumah sakit, Ketua RT tersebut tewas karena luka tusukan di bagian leher.
Baca: Kecewa Idolanya Meninggal, Bocah 10 Tahun Penggemar Sushant Singh Rajput Nekat Bunuh Diri
Baca: Menilik Kondisi Terkini Rumah Tempat Aulia Kesuma Bunuh Suami dan Anak Tiri, Gerbang Mulai Berkarat
Baca: Ibu Tiri Bunuh Anaknya dengan Pensil, Kapolres Pinrang: Merasa Jengkel dan Cemburu atas Sikap Suami
Korban Sempat Menghindar
Dikutip dari TribunJakarta.com, peristiwa nahas itu terjadi pada Rabu (17/6/2020).
Kapolsek Palmerah, Kompol Supriyanto menuturkan, korban ditusuk di bagian leher menggunakan pisau dapur.
"Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit Pelni, tapi nyawanya tak tertolong."
"Korban ditusuk satu kali di bagian punggung dekat lehernya," kata Supriyanto di Rumah Sakit Pelni, Jakarta Barat, Rabu (17/6/2020).