News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Imbas PPKM, Pekerja di Terminal Pulogebang Tak Punya Penghasilan, Berutang untuk Makan Anak Istri

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana di lantai 2 gedung keberangkatan bus Terminal Pulo Gebang Jakarta yang sepi, Rabu (4/8/2021) di tengah pemberlakuan PPKM.

Sejak saat itu, semangat Ferdinan tak pernah luntur sedikit pun.

Baca juga: Terminal Pulo Gebang Sepi, Tak Ada Bus yang Beroperasi Sejak Pemberlakuan PPKM

Berpakaian rapi dan tiba sejak pagi di terminal sudah menjadi rutinitasnya.

Dalam hati kecilnya selalu terucap "semoga hari ini lebih baik".

Sayangnya, semangatnya lagi-lagi dipatahkan lantaran berminggu-minggu ia tak mendapatkan pemasukan sama sekali.

"Jadi gini, saya dibayar perkomisi harga penjualan tiket. Pertiketnya dapat 10%. Kalau sewanya enggak ada, saya nggak dapat apa-apa, sementara ini sudah lebih dari seminggu tak ada penumpang," keluhnya.

"Saya sering nggak bawa uang kalau pulang ke rumah. Penumpang enggak ada, apa yang mau dibawa pulang. Yang lain juga merasakan hal yang sama," tambahnya.

Gali lubang tutup lubang

Pemasukan yang tak ada dalam beberapa minggu terakhir membuat Ferdinan memutar cara untuk keberlangsungan hidup keluarganya.

Memiliki dua anak dan satu diantaranya masih kuliah, membuat Ferdinan terus semangat dan tak ingin menyerah.

Ia pun memutuskan untuk meminta pertolongan sanak keluarganya.

"Selama ini saya minta tolong sama saudara. Sekalipun memang saya tahu kehidupan mereka sedang tidak stabil. Tapi mereka masih bantu," ungkapnya.

Namun, ia tak bisa mengandalkan sanak keluarganya.

Bila tak ada uang sama sekali, Ferdinan berhutang dulu untuk membeli sembako agar anak dan istrinya bisa makan.

Mirisnya, akhir-akhir ini ia kerap menyetok mi instan dan telur untuk dimakan setiap hari.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini