"Jadi siswa yang bersangkutan baru dua kali, tanggal 7 dan 9 September, lalu tanggal 13-nya sudah sakit dan tidak masuk sekolah," ungkapnya.
Baca juga: Viral di Media Sosial, Polisi Tangkap Perampok yang Sekap Wanita di Parkiran Pusat Perbelanjaan PIK
Sistem PTM terbatas lanjut dia, dilakukan secara bergilir.
Dalam sepekan, siswa yang datang ke sekolah bergantian.
"Jadi kan sistemnya bergantian dibagi-bagi, pada saat terkonfirmasi siswa bersangkutan sedang mengikuti belajar daring," paparnya.
Pemkot Pastikan Siswa yang Terpapar Covid-19 di Bekasi Bukan saat PTM di Sekolah
Seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kota Bekasi dilaporkan terkonfirmasi positif Covid-19.
Dalam hal ini Pemkot Bekasi memastikan siswa tersebut tidak terpapar saat melaksanakan PTM terbatas di sekolah.
Hal itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi.
Dirinya menilai siswa terpapar Covid-19 ditengah pandemi, merupakan sesuatu yang dianggap lumrah, sehingga hal itu juga tidak menjadikan sebuah persoalan.
"Kan selama ini jangankan anak SD Bayi juga banyak yang terpapar. Persoalannya dimana?," kata Rahmat Effendi saat ditemui, Kamis (30/9/2021).
Dilain sisi, Rahmat Effendi juga memastikan jika siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu tidak tertular saat pelaksanaan pemberlakuan pembelajaran tatap muka (PTM) yang tengah berjalan di Kota Bekasi beberapa pekan ini.
"Tidak (tidak dalam PTM). Kemarin saya sudah cek dengan kepala Dinas Pendidikan dan kesehatan. Tidak dalam kegiatan PTM," katanya.
Sementara itu terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Tanti Rohilawati mengatakan pihaknya masih menindaklanjuti terkait temuan tersebut.
Namun ia membenarkan jika ada siswa yang terpapar Covid-19.