Selain itu, keributan antar kelompok tersebut berbuntut pada aksi perusakan. Total ada empat mobil yang dirusak di lokasi.
"Mobil, kalau dari laporan, dua milik leasing, dua milik ormas. (Mobil) Dibalik, dijungkirkan, dijatuhkan ke samping, puluhan orang yang angkat," ungkapnya.
Twedi menambahkan, pihak kepolisian sempat meminta massa untuk tidak anarkis. Karena tak digubris, akhirnya terpaksa melepaskan tembakan untuk melerai.
"Itu tembakan polisi peringatan karena Kapolsek dan anggota sudah mengimbau untuk tidak melakukan perusakan, tapi mereka membalikkan kendaraan akhirnya anggota polisi diskresi meletuskan senjata untuk menghalau massa mundur," jelasnya.
Baca tanpa iklan