TRIBUNNEWS.COM - Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Edy Surasa, meninggal dunia pada Minggu (24/9/2023).
Adapun AKBP Edy Surasa sudah menjabat sebagai Kasat Lantas Jakarta Timur lebih dari dua tahun.
AKBP Edy Surasa dikabarkan meninggal dunia karena sakit.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga almarhum, atas nama Kepolisian.
"Semoga almarhum mendapatkan tempat terindah di sisi Tuhan Yang Maha Esa," katanya, Minggu.
Lantas, seperti apa fakta meninggalnya AKBP Edy Surasa?
Dirangkum Tribunnews.com, berikut fakta-fakta Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Edy Surasa, meninggal:
Baca juga: Kronologi Meninggalnya AKBP Edy Surasa Kasat Lantas Polres Jakarta Timur saat Hendak Berangkat Kerja
1. Alami Serangan Jantung
Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Leonardus Simarmata, menjelaskan AKBP Edy Surasa meninggal dunia karena mengalami serangan jantung.
"Benar, (meninggal dunia) karena sakit jantung," ungkapnya, Minggu.
2. Sempat Diberi Pertolongan
Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengungkapkan, AKBP Edy Surasa meninggal dunia di rumah sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.
"Hari ini kejadiannya, ia sakit, diberi pertolongan, dan meninggal dunia di rumah sakit," papar Trunoyudo.
3. Terjadi saat Hendak Berangkat Kerja
Sementara itu, Trunoyudo mengatakan, kejadian tersebut dialami saat AKBP Edy Surasa hendak berangkat kerja.
"Sedang persiapan akan berangkat kerja, di rumah," terangnya.
Baca juga: Sosok AKBP Edy Surasa, Kasat Lantas Polres Metro Jaktim yang Meninggal Dunia, Sempat Dilarikan ke RS
4. Rekan Edy Datangi RS Polri Kramat Jati
Puluhan anggota Satlantas Polres Metro Jakarta Timur hingga Ditlantas Polda Metro Jaya datang ke RS Polri untuk menyampaikan dukacita kepada pihak keluarga.
Mereka terlihat berduka ketika jenazah AKBP Edy Surasa dibawa dari ruang jenazah RS Polri Kramat Jati ke mobil jenazah sekira pukul 12.59 WIB.
"Semoga Allah mengampuni segala dosa, melipatgandakan amal ibadah dan Allah menempatkan beliau pada tempat terbaik di sisi-Nya," kata Kanit Laka Satlantas Jakarta Timur, Iptu Darwis Yunarta, Minggu, dilansir TribunJakarta.com.
5. Jenazah Dibawa ke Bekasi
Dari RS Polri Kramat Jati, jenazah AKBP Edy Surasa dibawa ke rumah duka di Jalan Ghkhamadi, Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Jawa Barat.
"Semoga pintu maaf selalu terbuka seluas-luasnya, almarhum husnul khotimah serta diterima amalnya."
"Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan, kesabaran, dan keikhlasan," tambah Darwis.
Baca juga: Latief Sitepu Ceritakan Detik-detik Istri Meninggal, Dada Kiri Sakit Lalu, Diduga Serangan Jantung
Sebagai informasi, dua perwira menengah yang bertugas di wilayah Jakarta Timur meninggal dunia diduga karena serangan jantung.
Pada Selasa (8/8/2023) lalu, Kapolsek Jatinegara, Kompol Entong Raharja, meninggal setelah melaksanakan salat Zuhur berjamaah di musala kantornya, Polsek Jatinegara, Jakarta Timur.
Kemudian, Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Edy Surasa, meninggal pada Minggu (24/9/2023).
Sebelumnya, dari keterangan saksi di lokasi, Kompol Entong terlihat terjatuh saat melaksanakan salat sunnah setelah menunaikan salat Zuhur berjamaah di Musala Polsek Jatinegara.
"Beliau setelah melaksanakan salat fardhu dilanjutkan salat sunnah."
"Salat sunnahnya baru satu rakaat, beliau jatuh ke belakang dan kepalanya membentur ubin," ujar Kasi Humas Polsek Jatinegara, Aiptu Rina, Selasa.
Setelah terjatuh, Entong lalu dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mendapatkan penanganan medis.
Pada saat di perjalanan ke rumah sakit, Rina menuturkan atasannya itu masih terlihat bernapas dan terdengar dengkuran keras.
"Setelah mendapat perawatan di IGD RS Polri, kemudian sekitar pukul 13.43 WIB Bapak Kapolsek Jatinegara dinyatakan meninggal oleh dokter IGD, Dr Ipda Rahman," katanya.
Terkait penyebab Entong terjatuh dan dinyatakan meninggal, Rina menyebut pihak RS menyatakan hal itu disebabkan karena serangan jantung.
(Tribunnews.com/Nuryanti/Abdi Ryanda Shakti) (TribunJakarta.com/Bima Putra)