News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Penyebab Macet Parah Jakarta di Rabu Malam

Penulis: Dennis Destryawan
Editor: Choirul Arifin
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MACET PARAH - Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan lalu-lintas di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (26/8/2025). Penutupan sejumlah gerbang tol di sejumlah ruas tol dalam kota jadi penyebab kemacetan parah yang terjadi Grogol, Slipi, dan Semanggi, Jakarta pada Rabu malam, 24 September 2025.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA — Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk, Rivan Achmad Purwantono menjelaskan penyebab kemacetan parah yang terjadi Grogol, Slipi, dan Semanggi, Jakarta pada Rabu malam, 24 September 2025.

Macet tersebut dipicu oleh penutupan sejumlah gerbang tol di jalan tol dalam kota yang kini dalam tahap perbaikan pasca dibakar dan dirusak perusuh pada aksi demonstrasi akhir Agustus 2025 lalu.

Total ada tujuh gerbang tol (GT) yang dibakar perusuh dan harus diperbaiki, yakni GT Slipi 1, GT Slipi 2, GT Pejompongan, GT Senayan, GT Semanggi 1, GT Semanggi 2, dan GT Kuningan 1.

Sebagai perbandingan, ada 2 juta kendaraan per hari, bertransaksi di tujuh gerbang tol yang diperbaiki tersebut. Itu artinya, ketika gerbang tol ditutup, 2 juta kendaraan tersebut terpaksa harus lewat jalan arteri.

“Gerbang tol ini adalah gerbang yang tidak bisa dihindari. Selalu dilewati oleh lebih dari 2 juta masyarakat yang melintas di tujuh gerbang tol ini," ucap Rivan di Jakarta Timur, Kamis (25/9/2025).

Rivan memaparkan, tujuh gerbang tol yang dibakar oleh perusuh tersebut, menyebabkan harus direkonstruksi ulang. Menurutnya, Jasa Marga perlu melakukan pekerjaan perat sehingga terjadi penutupan akses.

Rivan menambahkan, hal tersebut dirasa perlu dilakukan agar pekerjaan dapat fokus dan dengan cepat kembali berfungsi. Sebelumnya, kata Rivan, pengerjaan bisa dilakukan di malam hari.

Baca juga: Jakarta Macet Parah Lagi Rabu Malam, Dirut Jasa Marga Minta Maaf

Namun, ketika perbaikan konstruksi besar maka harus dilakukan siang hari sehingga muncul penutupan sementara.

Kemacetan parah, kata Rivan, juga semakin menjadi-jadi ketika memasuki jam pulang kerja. Perbaikan gerbang tol yang rusak itu menggunakan kas perusahaan dengan anggaran yang disiapkan tembus Rp80 miliar.

 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini