TRIBUNNEWS.COM - Warga Jakarta mengeluhkan batuk dan pilek yang tak kunjung sembuh.
Hal ini diduga akibat peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan perubahan cuaca ekstrem.
ISPA adalah penyakit yang menyerang saluran pernapasan bagian atas atau bawah dan dapat dipicu atau diperparah oleh cuaca ekstrem seperti panas berlebihan atau musim kemarau basah.
ISPA mencakup penyakit seperti batuk, pilek, radang tenggorokan, bronkitis, dan pneumonia. Penyakit ini menular melalui droplet atau partikel aerosol saat seseorang batuk, bersin, atau berbicara.
Gejalanya meliputi batuk kering atau berdahak, pilek dan hidung tersumbat, demam ringan hingga tinggi, nyeri tenggorokan, dan sesak napas (pada kasus berat).
Cuaca ekstrem, terutama panas berlebihan dan musim kemarau basah, dapat memperburuk penyebaran dan dampak ISPA.
Suhu tinggi dan kelembapan rendah membuat saluran pernapasan lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi.
Polusi udara meningkat saat kemarau, memperparah kondisi paru-paru dan memicu ISPA. Perubahan suhu drastis melemahkan daya tahan tubuh, sehingga virus dan bakteri lebih mudah menyerang.
Kualitas udara buruk di Jakarta telah menyebabkan lonjakan kasus ISPA hingga 1,9 juta orang sejak Januari 2025.
Kementerian Kesehatan menyarankan masyarakat menjaga daya tahan tubuh dan mengenakan masker untuk mencegah penularan.
Sejak awal Oktober 2025, banyak warga Jakarta melaporkan gejala batuk, pilek, tenggorokan gatal, dan demam ringan yang tidak kunjung sembuh meski sudah berobat.
Keluhan ini dialami oleh berbagai kelompok usia, dari anak-anak hingga lansia, dan menyebar luas di lingkungan sekolah, kantor, dan transportasi umum.
Menurut Kementerian Kesehatan, gejala tersebut merupakan bagian dari infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) yang sedang meningkat di musim pancaroba.
Data Kemenkes menunjukkan tidak ada lonjakan signifikan kasus COVID-19, sehingga gejala mirip COVID kemungkinan besar berasal dari ISPA biasa.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengungkapkan, kondisi kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) dan Covid-19 di Jakarta.
Baca tanpa iklan