News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jakarta Dilanda Cuaca Panas Ekstrem, Ini Langkah Cepat Pemprov DKI Hadapi Suhu Capai 37°C

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CUACA PANAS EKSTREM - Ilustrasi cuaca panas di bawah terik matahari. Merespons cuaca panas ekstrem yang mencapai 35°C, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengambil langkah cepat dan menyeluruh. 

Dinas Pendidikan DKI menginstruksikan seluruh sekolah untuk:

  • Menerapkan SOP darurat suhu panas, termasuk pembatasan aktivitas luar ruangan.
  • Menyesuaikan jadwal bila diperlukan untuk melindungi siswa.

5. Kolaborasi Komunitas dan Transportasi Ramah Lingkungan

Pemprov mendorong kolaborasi dengan berbagai komunitas, seperti:

  • Komunitas lingkungan, untuk menyosialisasikan perilaku adaptif seperti, pemakaian masker, topi dan penggunaan ruang hijau.
  • Komunitas transportasi untuk mempromosikan transportasi ramah lingkungan, guna mengurangi emisi panas.

6. Akses Air Minum di Ruang Publik

Selain PAM jaya, Pemprov membuka peluang kolaborasi dengan perusahaan penyedia air minum untuk menyediakan akses air minum gratis di ruang-ruang publik, taman dan titik transit pejalan kaki.

Baca juga: 5 Warga Semarang hingga Majalengka Curhat Panas Ekstrem, Maruli: Panasnya Cirebon Tolop-Tolop

Penyebab Utama Cuaca Panas Ekstrem

Banyak warga bertanya-tanya: "Apakah ini gelombang panas (heatwave) seperti di luar negeri?" 

Namun BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika) menjawab bahwa ini bukan.

BMKG menjelaskan bahwa fenomena panas yang terjadi di Indonesia saat ini bukanlah heatwave.

Melainkan kondisi alami yang terjadi akibat beberapa  faktor cuaca, dikutip dari Instagram @infobmkg:

1. Posisi Semu Matahari

Saat ini, posisi semu Matahari berada sedikit di selatan ekuator, sehingga penyinaran matahari di wilayah Indonesia, terutama bagian tengah dan selatan, menjadi lebih intens.

2. Angin Timuran dari Australia

Angin yang datang dari Benua Australia membawa massa udara kering, yang membuat pembentukan awan terganggu. Akibatnya, panas matahari langsung terasa di permukaan.

3. Minimnya Tutupan Awan

Meski beberapa wilayah telah memasuki musim hujan, awan hujan belum terbentuk merata, sehingga paparan sinar matahari tidak terhalangi dan terasa jauh lebih panas, terutama pada siang hari.

BMKG memprediksi kondisi ini masih bisa berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2025, bergantung pada kapan musim hujan mulai aktif di setiap daerah.

Tips Jaga Diri di Tengah Cuaca Panas Ekstrem

Sebagai bagian dari edukasi publik, warga Jakarta diimbau untuk:

  • Menghindari paparan sinar matahari langsung antara pukul 10.00–16.00 WIB.
  • Menggunakan pelindung diri seperti payung, topi, kacamata hitam, dan sunscreen saat berada di luar ruangan.
  • Memperbanyak konsumsi air putih untuk menghindari dehidrasi.
  • Membatasi aktivitas berat di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.
  • Berteduh di bawah pohon atau kanopi jika harus beraktivitas di luar rumah.

(Tribunnews.com/Farra)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini