Proses belajar tersebut, nantinya tidak akan dilakukan dalan durasi sekolah seperti biasanya, melainkan sesuai kebutuhan.
Ia mengungkapkan dalam proses belajar tersebut nantinya para siswa juga akan didampingi tim psikolog.
Tim psikolog, juga akan melakukan penilaian psikologis atau assesment dalam tahap pemulihan trauma tersebut.
Selain pemulihan trauma secara daring, kata dia, nantinya juga akan tim psikolog yang akan dikerahkan ke rumah sakit mengingat sejumlah siswa korban ledakan masih ada yang dirawat di rumah sakit.
Tim psikolog juga akan melakukan pendampingan psikologi ke siswa yang masih melakukan rawat jalan di rumah.
Hal itu disampaikannya di SMAN 72 Jakarta pada Minggu (9/11/2025) siang.
"Untuk pembelajaran dipastikan bahwa besok pembelajarannya secara online, biar anak-anak bisa menghilangkan trauma terlebih dahulu dan proses hukum disini, misalnya stelirisasi dan lain sebagainya tetap berlangsung, sehingga anak-anak dalam kegiatan belajar mengajar juga nanti didampingi oleh psikolog," ungkap Diyah.
Baca tanpa iklan