News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Jalan Tol Layang Cikunir–Karawaci, Infrastruktur Strategis Penghubung Timur–Barat Jabodetabek

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI JALAN TOL - Tol Layang Cikunir–Karawaci sepanjang 36 km, investasi Rp37 triliun untuk atasi kemacetan dan dorong ekonomi Jabodetabek

TRIBUNNEWS.COM - Pembangunan Tol Layang Cikunir–Karawaci sepanjang 36 kilometer dengan investasi Rp37 triliun digadang menjadi solusi strategis mengurai kemacetan Jabodetabek. 

Infrastruktur ambisius ini tidak hanya menambah kapasitas hingga 200 ribu kendaraan per hari, tetapi juga memperkuat efisiensi logistik dan membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru di kawasan metropolitan terbesar Indonesia.

Jalan Tol Layang Cikunir–Karawaci adalah proyek jalan tol layang baru yang direncanakan membentang dari Cikunir hingga Karawaci/Alam Sutera, dengan tujuan mengurangi kemacetan di koridor Bekasi–Jakarta–Tangerang serta mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Proyek tol layang Cikunir–Karawaci merupakan bagian dari rencana besar pengembangan jaringan jalan tol di Jabodetabek.

Titik awalnya berada di Cikunir, simpul pertemuan antara JORR dan Tol Jakarta–Cikampek, lalu berakhir di Alam Sutera/Karawaci.

Proyek ini digagas melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), melibatkan investor nasional maupun asing.

Nilai investasi diperkirakan mencapai Rp26,15–37 triliun. Skema kontrak menggunakan DBFOMT (Design, Build, Finance, Operate, Maintain, Transfer). Pendanaan terdiri dari 30 persen ekuitas dan 70% utang.

Pimpinan Konsorsium PT. EII, Roestiandi Tsamanov mengatakan rencana pembangunan Jalan Tol Layang Cikunir Karawaci diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Selain dapat meningkatkan konektifitas dan efisiensi jalur logistik yang mendorong pertumbuhan ekonomi, proyek ini diharapkan berdampak menjadi katalis terciptanya pusat-pusat bisnis dan perdagangan baru 

“Sehingga dapat menciptakan ribuan lapangan kerja. Proyek ini sendiri juga akan membutuhkan kurang lebih 7.500 orang tenaga kerja sepanjang proyek berlangaung," kata Roestiandi Tsamanov

Hal tersebut disampaikan salah satu pimpinan Konsorsium PT. EII, Roestiandi Tsamanov usai bertemu Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, kepada awak media beberapa waktu lalu.

Tujuan pertemuan ini dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi atau BKPM adalah terkait dengan proyek jalan tol layang Cikunir Karawaci yang sedang kita kembangkan.

Proyek tersebut digagas melalui mekanisme kerja sama pemerintah dengan badan usaha atau skema KPBU (Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha).

Di mana akan melibatkan investor nasional dan investor asing sehingga proyek tersebut akan menciptakan investasi yang dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi, menciptakan usaha dan lapangan kerja.

"Oleh karena itu kami melaporkan progres proyek kami dan memohon arahan dari bapak Menteri, dan Menteri menyampaikan dan menanggapi akan sangat mendukung," jelas Roestiandi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini