News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kebakaran Gedung Kantor di Jakarta Pusat

Polisi Sebut Gedung Terra Drone yang Terbakar Bukan Tempat Produksi Tapi Perbaikan Perangkat

Penulis: Reynas Abdila
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KRBAKARAN - Polisi menyebut Gedung Terra Drone yang terbakar tidak memproduksi drone, namun sebagai tempat teknisi melakukan perbaikan perangkat. Foto petugas pemadam kebakaran usai memadamkan kebakaran di Gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta, Selasa (9/12/2025). Kebakaran tersebut menyebabkan 22 orang meninggal dunia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Ringkasan Berita:

  • Polres Metro Jakarta Pusat masih mencari tahu penyebab kebakaran di Gedung Terra Drone yang terjadi Selasa (9/12/2025).
  • Informasi sementara kebakaran dipicu ledakan baterai lithium perangkat drone di lantai dasar.
  • Polisi menyebut aktivitas di gedung tidak memproduksi drone, melainkan sebagai layanan servis.
 


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Pusat masih mencari tahu penyebab kebakaran di Gedung Terra Drone yang terjadi Selasa (9/12/2025).

Informasi sementara yang diperoleh kebakaran dipicu ledakan baterai lithium perangkat drone di lantai dasar.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra menjelaskan Gedung Terra Drone melayani perbaikan perangkat drone.

Baca juga: Polisi Bakal Periksa Pemimpin Perusahaan Terra Drone Buntut Insiden Kebakaran Tewaskan 22 Orang

Menurutnya, aktivitas di gedung tidak memproduksi drone, melainkan sebagai layanan servis, tempat teknisi melakukan perbaikan perangkat, dan perkantoran.

"Benar perusahaan drone tapi tidak produksi hanya untuk perbaikan (drone)," kata Roby kepada wartawan, Rabu (10/12/2025).

Pada jam kerja, pelanggan membawa perangkat drone mereka untuk diperbaiki di gedung tersebut.

 

 

AKBP Roby mengatakan lokasi gedung itu menyediakan servis berbagai jenis drone.

"Servisnya memang dipusatkan di sana," tambah dia.

8 Saksi Diperiksa

Sebanyak delapan saksi antara lain manajemen perusahaan hingga warga sekitar telah diperiksa.

Pihak kepolisian belum menjelaskan hasil pemeriksaan lebih lanjut sebab masih dalam pendalaman.

AKBP Roby kembali menegaskan bahwa perihal baterai yang diduga menjadi penyebab kebakaran masih ditelusuri.

"Belum saya simpulkan, belum bisa disampaikan," tambahnya.

Polisi juga merencanakan pemeriksaan terhadap pemimpin perusahaan Terra Drone menyusul insiden kebakaran yang menewaskan 22 orang.

"Pemimpin perusahaannya ada, sudah kita ketahui, sudah kita mau periksa. Posisinya di mana kita mau pastikan dulu," ungkapnya.

AKBP Roby tidak menjelaskan identitas dari pemimpin perusahaan Terra Drone yang berkantor pusat di Jepang tersebut.

Terra Drone sendiri diketahui perusahaan penyedia layanan dan solusi drone global.

Perusahaan ini menawarkan solusi untuk sektor industri di seluruh dunia memanfaatkan teknologi.

Sektor industri yang menggunakan jasa Terra Drone antara lain energi, migas, konstruksi, pertambangan, pembangkit, perkebunan, perencanaan kota hingga kebencanaan.

Roby memastikan Terra Drone di Indonesia bukan dipimpin orang Jepang.
 
"Perusahaannya perusahaan Jepang kalau pemimpin perusahaan yang di situ bukan (dari Jepang, red)," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, total ada 22 pegawai yang meninggal dunia dalam insiden itu. 

Seluruh jenazah sudah dikirim ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi.

Beberapa di antaranya sudah teridentifikasi dan diserahkan keluarganya masing-masing.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini