Mansur menambahkan, ada enam titik api dalam aksi pembakaran ini.
Beruntung, api bisa segera dipadamkan.
"Kalau lihat dari titik api kurang lebih ada 6 titik api, namun bisa kita padamkan, kebetulan semua pemilik masih ada di sekitar sini," kata Mansur.
Kata Pedagang Sekitar Lokasi
Api pada Kamis malam juga membakar kios Sate Taichan.
Mengutip Wartakotalive.com, Rian selaku pemilik warung Sate Taichan mengatakan bahwa pada saat hendak membuka kios, ia dikabari ada kerusuhan.
"Saya kurang paham ya (siapa yang melakukan), saya cuman dapat laporan ada rusuh gitu," ujar Rian.
Saat aksi pembakaran, ia hendak membuka kiosnya.
Namun, para karyawannya kabur setelah ada aksi pembakaran.
“Udah mau mulai buka, baru. Anak buah saya juga pada kabur, enggak tahu ke mana," tutur dia.
Kronologi Kejadian
Aksi pengeroyokan matel ini bermula dari kedua korban menghentikan seorang pengendara motor di depan TMP Kalibata.
Tiba-tiba, ada beberapa orang turun dari mobil yang berada di belakang motor tersebut.
Baca juga: Pemilik Warung Hanya Bisa Pasrah Warungnya Dibakar Massa yang Bentrok di Kalibata
Beberapa orang tersebut langsung memukuli matel dengan tangan kosong.
"Ini pengendara mobil di belakang, tiba-tiba mengeroyok gitu. Enggak tahu mungkin mau membantu atau bagaimana," ucap Mansur.
Dari aksi pengeroyokan tersebut satu orang matel meninggal dunia dan satunya alami luka-luka.
"Iya, matel dipukulin. Akhirnya dibawa ke pinggir. Sementara yang satu meninggal, yang satu masih hidup," kata dia.
Baca tanpa iklan