News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Program Makan Bergizi Gratis

Tak Pusing Harga Bahan Baku Naik, Pemilik Dapur MBG Ini Ungkap Cara Mengatasinya

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Erik S
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BAHAN BAKU - Pemilik dua dapur MBG di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sujimin saat ditemui di SPPG miliknya pada Selasa (16/12/2025). Sejak awal SPPG beroperasi , pria yang sering disapa Jimmy Hantu ini berupaya menggunakan bahan lokal. Sekitar 90 persen bahan baku berasal dari lingkungan sekitar.

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR – Kenaikan harga bahan baku biasanya membuat pelaku usaha pusing.

Namun, kondisi itu tak berlaku bagi pemilik dua dapur MBG (makan bergizi gratis) di Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sujimin.

Alih-alih kelimpungan, ia justru memiliki cara agar operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tetap berjalan lancar.

Baca juga: Kepala BGN Tanggapi Isu Kepemilikan 41 Dapur MBG yang Dikelola Anak DPRD Sulsel

Sejak awal SPPG beroperasi , pria yang sering disapa Jimmy Hantu ini berupaya menggunakan bahan lokal.

Sekitar 90 persen bahan baku berasal dari lingkungan sekitar.

“Kami sengaja tidak mengambil bahan dari luar. Karena ini program Indonesia jadi yang mendapatkan dampaknya juga harus warga Indonesia,” katanya saat ditemui di SPPG miliknya pada Selasa (16/12/2025).

Menurut dia, dalam program ini pihak yang paling diuntungkan adalah petani bukan pemilik dapur.

Dalam satu sajian ompreng MBG yang utamanya adalah makanan maka keuntungan justru dirasakan para petani.

“Dapur ini tidak ada uangnya, petani justru untung, karena total isi ompreng itu makanan yang asalnya dari apa yang ditanam dan diternak petani,” ungkap lulusan S2 IPB ini.

Di SPPG Mutiara Keraton Solo Bogor 1 dan 2 miliknya, didukung juga oleh lahan pertanian sendiri serta peternakan unggas, budidaya ikan air tawar hingga sapi.

Dengan sistem ini maka rantai pasok bisa berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Kehadiran dapur MBG di wilayahnya juga langsung dirasakan warga sekitar.

Baca juga: Tak Hanya Berakhir di Tempat Sampah, Limbah MBG Disulap Jadi Pakan Ternak dan Pupuk

“Yang sebelumnya orang sekitar tidak familiar dengan menanam daun kelor, sayuran pakcoy sekarang ramai-ramai menanam sayuran itu dan laku dijual,” jelas dia.

Tak hanya sektor pertanian, geliat ekonomi juga terlihat pada peternakan.

Peternakan atau budidaya dalam skala kecil mulai bermunculan.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini