Selanjutnya, rombongan juga meninjau mobil pembawa drone Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) jenis quadcopter.
Drone ETLE ini berfungsi untuk memantau kondisi lalu lintas secara langsung, termasuk mendeteksi pelat nomor kendaraan hingga fitur face recognition.
Drone ETLE tersebut terhubung langsung dengan mobil Command Center dan menampilkan visual kondisi lalu lintas secara live.
Pemanfaatan teknologi ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di bidang lalu lintas selama periode Nataru.
Kapan Contraflow Dilakukan?
Korlantas Polri telah menetapkan ambang batas kepadatan kendaraan sebagai dasar penerapan rekayasa lalu lintas selama Operasi Lilin Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Skema yang disiapkan antara lain adalah pemberlakuan contraflow di jalan tol saat arus kendaraan meningkat signifikan.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengatakan, penerapan contraflow dilakukan berdasarkan hasil traffic counting yang terpantau secara real time melalui command center.
Parameter tersebut menjadi acuan utama sebelum dilakukan intervensi di lapangan.
"Parameter untuk melakukan rekayasa lalu lintas di tol itu tergantung dari traffic counting. Jika arus mencapai 5.500 kendaraan per jam secara berturut-turut di kilometer 50, kami akan melakukan intervensi contraflow satu lajur," ujar Agus saat ditemui di Command Center KM 29 Tol Jakarta–Cikampek, Bekasi, Jawa Barat, Senin (22/12/2025).
Ia menjelaskan, apabila lonjakan arus masih terus meningkat, maka rekayasa lalu lintas akan ditingkatkan secara bertahap.
Ketika volume kendaraan mencapai angka 6.400 kendaraan per jam, contraflow akan diperluas menjadi dua lajur.
"Kalau naik lagi menjadi 6.400 kendaraan per jam, kita akan melakukan contraflow lajur dua. Ini semua dilakukan bertahap, sesuai kondisi di lapangan," katanya.
Agus menambahkan, apabila contraflow satu dan dua lajur belum mampu mengurai kepadatan, Korlantas akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan pengelola jalan tol untuk menerapkan skema lanjutan.
"Kalau masih ada bangkitan arus, nanti kami koordinasi dengan Kementerian Perhubungan dan Jasa Marga apakah perlu dilakukan one way sepenggal, tahap pertama dari kilometer 70 sampai 188," ucapnya.
Menurut Agus, seluruh skema rekayasa lalu lintas tersebut disiapkan untuk memastikan kelancaran arus selama libur Nataru, khususnya di ruas-ruas tol utama yang menjadi jalur favorit masyarakat.
Baca tanpa iklan