News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Berapa Gaji Sopir MBG? Disebut 10 Kali Lebih Tinggi Dibanding Guru Honorer di Jakarta

Penulis: Nanda Lusiana Saputri
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

GAJI SOPIR MBG - Gaji sopir MBG disebut 10 kali lebih tinggi dibanding gaji guru honorer di Jakarta. Sopir MBG bisa mendapat upah Rp3 juta per bulan, sedangkan guru honorer hanya Rp300 sampai Rp400 per bulan.

TRIBUNNEWS.COM - Gaji sopir Makan Bergizi Gratis (MBG) disebut 10 kali lebih tinggi dibanding gaji guru honorer di Jakarta.

Hal itu diungkapkan oleh Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji.

Ia menyebut, gaji guru honorer di Ibu Kota Indonesia jauh tertinggal dibanding pekerja sektor lain, termasuk oleh sopir MBG.

Menurutnya, gaji guru honorer di sekolah swasta Jakarta masih banyak yang berada di kisaran Rp300.000 sampai Rp500.000 per bulan.

Angka itu, lanjut Ubaid, sangat tidak layak jika dibanding dengan upah sopir MBG yang minimal Rp3.000.000 per bulan.

“Kalau dihitung, sopir MBG itu bisa mendapatkan lebih dari Rp3 juta per bulan."

"Sementara guru honorer di Jakarta digaji Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu. Ini Jakarta, bukan daerah terpencil,” ujar Ubaid saat refleksi akhir tahun rapor pendidikan Tahun 2025 di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (30/12/2025), dilansir TribunJakarta.com.

Lantas berapa besaran gaji sopir MBG?

Melansir yayasanbms.org, gaji sopir MBG berada di kisaran Rp2.400.000 sampai Rp3.000.0000 per bulan.

Nominal itu didapat dari sistem pembayaran harian yakni sekira Rp80.000 hingga Rp100.000 per hari kerja.

Kisaran gaji sopir MBG juga dipengaruhi oleh kebijakan subkontraktor dan jarak tempuh.

Baca juga: Mendikdasmen Janji Naikkan Insentif Guru Honorer pada 2026

Adapun tanggung jawab sopir MBG selain mengemudi yakni menjaga kondisi makanan selama pengiriman dam memastikan logistik berjalan lancar.

Dengan fakta ini, Ubaid menilai kondisi guru honorer di Indonesia sangat memprihatinkan, mengingat tenaga pendidik telah mengabdi puluhan tahun, bahkan memiliki latar belakang pendidikan tinggi, mulai dari S1 hingga S2.

“Jadi pertanyaannya, lebih rasional mana? Jadi sopir MBG yang tidak perlu sekolah tinggi, atau jadi guru yang S1, S2 tapi gajinya Rp300 ribu?” ujarnya.

Atas hal itu, Ubaid mempertanyakan keberpihakan pemerintah terhadap dunia pendidikan, khususnya nasib guru honorer yang hingga kini masih jauh dari kata sejahtera.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini