Botol kaca pecah mengenai tembok, api sempat menyala di samping mobil DJ Donny. Keluarga baru menyadari kejadian itu sekitar pukul 06.45 WIB setelah mencium bau minyak tanah.
DJ Donny menunjukkan pecahan kaca dan sumbu bom molotov sebagai bukti. Ia menegaskan,
“Kalau bom molotov ini kan sudah membahayakan orang banyak, bukan saya dan keluarga saya lagi tapi tetangga.”
Polisi Amankan Sumbu hingga Surat Ancaman
DJ Donny melaporkan kasus ke Polda Metro Jaya pada 31 Desember 2025, tercatat dengan nomor LP/B/9545/XII/2025/SPKT/Polda Metro Jaya. Polisi langsung melakukan olah TKP dua tahap, siang hingga malam.
Barang bukti yang diamankan berupa pecahan kaca, sumbu bom molotov, dan tiga surat ancaman.
“Barang bukti pecahan kaca molotov, sumbu molotov, dan kertas bertuliskan ancaman totalnya tiga lembar: dua lembar tulisan, satu lembar foto dan tulisan,” jelas DJ Donny.
Selain itu, polisi meminta keterangan istri dan asisten rumah tangga (ART).
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan, “Akan dilakukan penyelidikan dan meminta keterangan saksi-saksi.”
Dalam laporan, DJ Donny menjerat pelaku dengan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senjata tajam, senjata api, dan bahan peledak, serta Pasal 187 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) tentang pembakaran. Ia juga melaporkan pasal penganiayaan berat sesuai Pasal 335 dan Pasal 336 KUHP.
Motif Kritik Banjir
Polisi menegaskan motif teror masih dalam penyelidikan. Namun di sisi lain, DJ Donny dikenal vokal mengkritisi kebijakan pemerintah di media sosial, termasuk penanganan banjir di Sumatera yang saat itu menjadi sorotan publik.
Diduga kuat teror terkait kritik tersebut, meski aparat belum memastikan.
Aktivis Lain Jadi Target
Selain DJ Donny, sejumlah aktivis, influencer, hingga aktor turut mengalami teror dengan pola berbeda dalam pekan terakhir Desember 2025. Mereka sama-sama dikenal vokal mengkritisi pemerintah, khususnya terkait penanganan banjir di Sumatra.
- Iqbal Damanik – Aktivis Greenpeace Indonesia, menemukan bangkai ayam di teras rumahnya dengan pesan ancaman.
- Sherly Annavita – Influencer, mobilnya dicoret cat merah dan rumahnya dilempari telur busuk. Ada gulungan kertas ancaman agar ia berhenti menjadikan banjir Sumatra sebagai konten.
- Virdian Aurellio – Influencer, mobilnya dipecahkan dengan batu oleh sekelompok orang di Jakarta Barat. Ia juga didatangi dua orang yang mengaku polisi namun ternyata bukan aparat. WhatsApp adiknya diretas.
- Yama Carlos – Aktor sekaligus kreator konten, diteror pada 25 Desember 2025 setelah mengunggah konten satir tentang bencana. Ia menerima pesan WhatsApp ancaman agar menghapus 12 konten TikTok, disampaikan lewat nomor ibu seorang aktor muda yang diretas. Teror berlanjut dengan kiriman barang Cash on Delivery (COD) fiktif bernilai jutaan rupiah ke rumahnya. Peneror bahkan memperoleh nomor pribadi istrinya dan diduga juga nomor nenek dari anaknya.
Kecaman Kompolnas & Amnesty
Komisioner Kompolnas M. Choirul Anam mengecam teror terhadap aktivis dan influencer. “Apapun motivasi, apapun bentuk dan tujuan dari teror itu merugikan kita semua,” ujarnya, dikutip dari KompasTV.
Ia menegaskan kebebasan berpendapat dijamin konstitusi dan mendesak polisi segera mengungkap dalang di balik aksi ini.
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid, juga mengecam keras.
Baca tanpa iklan