Karena tidak ada respons saat pintu diketuk, pengurus kost Dede Rahmat Hidayat diminta membuka kamar menggunakan kunci cadangan.
“Saat pintu dibuka, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa, telentang di atas ranjang,” ungkap Braiel.
Dalam olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan satu botol cairan pembersih lantai di dalam kamar. Namun hingga kini, penyidik belum memastikan apakah cairan tersebut sempat diminum oleh korban sebelum meninggal.
“Kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan apakah korban sempat meminum cairan tersebut atau tidak,” kata Braiel.
Selain itu, muntahan yang ditemukan di sekitar ranjang juga masih diperiksa di laboratorium forensik untuk memastikan kandungannya.
Fokus Penyidikan ke Detik-Detik Usai Pembunuhan
Dengan munculnya temuan ini, penyidikan tidak hanya berfokus pada cara pelaku menghabisi korban, tetapi juga pada apa yang terjadi setelah pembunuhan berlangsung.
Polisi menilai fase tersebut penting untuk mengungkap motif, kondisi mental pelaku, serta memastikan tidak ada unsur lain yang terlewat.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena memperlihatkan eskalasi kekerasan dalam relasi personal yang berujung fatal, sekaligus menyisakan tanda tanya besar tentang tekanan psikologis pelaku setelah kejahatan dilakukan.
Penyidik memastikan akan menyampaikan perkembangan terbaru setelah hasil autopsi dan uji laboratorium forensik rampung.
Penulis: Rendy Rutama
Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Cekik Terapis Spa hingga Tewas di Bekasi, Suami Coba Bunuh Diri dengan Minum Pembersih Lantai
Baca tanpa iklan