Ringkasan Berita:
- Motor hilang di JIEXPO, GPS jadi kunci penangkapan
- Patroli Presisi Polda Metro Jaya libatkan anjing K-9
- Dua pelaku diamankan beserta barang bukti curian
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Aksi pencurian sepeda motor di kawasan JIEXPO, Jakarta, berakhir dengan penangkapan dramatis berkat teknologi GPS dan keterlibatan anjing K-9 kepolisian. Tim Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Metro Jaya mengamankan dua pelaku berinisial A dan S, Minggu (8/2/2026) dini hari.
Peristiwa bermula saat tim melaksanakan patroli rutin menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di sejumlah titik Jakarta Pusat sejak Sabtu malam.
Patroli dipimpin IPDA Abdul Kadzim dengan melibatkan 43 personel gabungan, terdiri dari polisi laki-laki (Polki), polisi wanita (Polwan), patroli kendaraan bermotor (Patko), serta anjing K9 kepolisian yang dilatih khusus untuk mendeteksi dan melacak.
Sekitar pukul 01.48 WIB, tim menerima laporan warga yang kehilangan sepeda motor di sekitar warung kopi kawasan JIEXPO.
Korban menyampaikan bahwa kendaraannya masih bisa dilacak melalui fitur Global Positioning System (GPS) yang terpasang. Informasi itu segera ditindaklanjuti, tim bergerak cepat menuju titik koordinat hasil pelacakan.
Setibanya di lokasi, petugas berhasil mengamankan dua terduga pelaku beserta barang bukti berupa satu unit Honda Beat Street, dua telepon genggam, dan satu dompet.
Penangkapan ini menjadi bukti kolaborasi antara laporan masyarakat, teknologi GPS, dan patroli kepolisian yang melibatkan anjing K-9.
Baca juga: Fakta di Balik Viral Pria Dikira Gendong Mayat Ternyata Biawak 2 Meter
Direktur Samapta Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo, menegaskan pengungkapan tersebut merupakan bentuk respons cepat kepolisian terhadap laporan masyarakat.
“Patroli rutin akan terus ditingkatkan dengan pendekatan humanis guna memberikan rasa aman serta mencegah tindak kejahatan jalanan,” ujar Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo kepada wartawan, Minggu (8/2/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui layanan darurat 110, yang siap melayani laporan selama 24 jam sebagai bagian dari upaya Polri memberikan perlindungan secara humanis.
Kasus ini menyorot pentingnya teknologi GPS sebagai alat bantu keamanan kendaraan di tengah maraknya pencurian motor di perkotaan. Peristiwa di JIEXPO menjadi contoh bagaimana kolaborasi masyarakat, teknologi, dan polisi dapat mempercepat penindakan kejahatan sekaligus memberi rasa aman bagi publik.
Baca tanpa iklan