News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Lebaran 2026

Kisah Puput Menjemput Rezeki di Pelabuhan Merak saat Arus Mudik, Omzet Capai Rp 450 Ribu Per Hari

Penulis: Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger


TRIBUNNEWS.COM, MERAK – Di saat ribuan pemudik bergegas mengejar kapal untuk pulang ke kampung halaman, serombongan ibu-ibu justru melakukan hal sebaliknya.

Sekumpulan perempuan yang lebih dari tujuh orang itu setia menunggu di garis depan Pelabuhan Eksekutif Merak, Banten.

Baca juga: Kisah Wiji Mudik dari Cibubur Menuju Kebumen, Buka Puasa Lesehan di Rest Area KM 102 Tol Cipali

Bukan untuk menyeberang, melainkan untuk menjemput rezeki di tengah keriuhan arus mudik.

Satu di antaranya adalah Puput (54). Dia tampak mengenakan pakaian berwarna kuning mustard dengan hijab yang serupa warnanya. 

Kacamata berbingkai hitam menghiasi wajah, serta membingkai sorot matanya yang tampak sayu.

 

PEDAGANG DI PELABUHAN MERAK - Puput (54), pedagang asongan di Pelabuhan Merak, tetap semangat menjajakan dagangannya meski waktu menunjukkan pukul 03.30 WIB, Minggu (15/3/2026). Hasil berjualan kopi dan minuman instan ini nantinya akan digunakan untuk membeli keperluan Lebaran dan biaya mudik ke Rangkasbitung usai hari raya. (Tribunnews.com/Alfarizy Ajie Fadhillah)

Sapuan lipstik merah tua di bibirnya pun tetap terlihat meski duduk di bawah temaram lampu gerbang pelabuhan.

Puput adalah potret pejuang ekonomi yang telah berdagang di lokasi itu sejak tahun 2003.

Saat ditemui jurnalis Tribunnews, Alfarizy, Minggu (15/3/2026) dini hari pukul 03.30 WIB, wanita paruh baya itu tampak duduk di sebuah bangku kecil dengan berbagai varian minuman bubuk kemasan dalam keranjang kecil.

Di hadapannya pula, ada dua termos berisi air panas untuk menyajikan minuman dan juga mie instan.

Bagi Puput, malam adalah waktu utamanya bekerja. Ia biasanya mulai menggelar dagangan sekira pukul 22.00 WIB. 

Jadwal pulangnya sangat bergantung pada keramaian pemudik.

"Kalau ramai, bisa sampai jam 06.00 pagi baru pulang. Kalau sepi, ya sebelum Subuh saya sudah pulang ke rumah," ujar Puput kepada Tribunnews.

Dua puluh tiga tahun bukan waktu yang singkat. Puput mengaku sudah melewati berbagai fase di Pelabuhan Merak.

Ia mengenang masa-masa sulit dulu, di mana ia harus kucing-kucingan dengan petugas keamanan.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini