News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Lebaran 2026

Pesan KH Ma'ruf Amin dalam Khutbah Idulfitri di Balai Kota DKI Jakarta

Editor: Wahyu Gilang Putranto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SALAT IDULFITRI - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung bersama Wakil Gubernur Rano Karno melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah di halaman Balai Kota Jakarta, Sabtu (21/3/2026) pagi. KH Ma'ruf Amin menjadi khatib dan menyampaikan pesan bertema silaturahmi.

 

TRIBUNNEWS.COM - Wakil Presiden ke-13 RI, KH Ma'ruf Amin menyampaikan pesan bertema “Merajut Silaturahmi dalam Simfoni Kemenangan untuk Jakarta yang Fitrah" saat menjadi khatib dalam salat Idulfitri yang digelar di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Salat Idulfitri itu dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Wakil Gubernur, Rano Karno.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu menegaskan pentingnya silaturahmi sebagai fondasi utama membangun kehidupan masyarakat harmonis.

Ma'ruf juga menyinggung tradisi halalbihalal di Indonesia bukan sekadar budaya, melainkan hasil ijtihad sosial para ulama Nusantara untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah.

“Islam mengajarkan bahwa persaudaraan adalah fondasi masyarakat. Allah berfirman sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara,” ujar Ma'ruf di hadapan jemaah, dilansir TribunJakarta.com.

Silaturahmi, kata Ma'ruf, tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas saling berkunjung, namun modal sosial yang penting bagi peradaban. 

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW yang menyebutkan siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya menyambung tali silaturahmi.

Ma'ruf menyampaikan para ulama telah lama menjelaskan hubungan erat antara silaturahmi dan kemajuan masyarakat.

Baca juga: Salat Idulfitri di Aceh Tamiang, Prabowo Apresiasi Seluruh Pihak yang Tangani Bencana

Jalinan silaturahmi membangun rasa percaya, kepercayaan memperkuat kolaborasi, dan kolaborasi mendorong tercapainya kemajuan.

Ia menambahkan, gagasan tersebut selaras dengan pemikiran Ibnu Khaldun yang menekankan bahwa keadilan adalah dasar utama peradaban. Namun, keadilan sulit terwujud apabila masyarakat berada dalam keadaan terpecah.

Dalam kesempatan yang sama, Ma’ruf juga menyoroti peran bulan Ramadan dalam memperkuat solidaritas sosial dan ekonomi umat.

Menurutnya, selama Ramadan, umat Islam dianjurkan menunaikan zakat, memperbanyak infak, serta berbagi sedekah sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.

“Islam tidak hanya membangun kesalehan ritual, tetapi juga kesalehan sosial. Agama tidak tegak hanya dengan ibadah saja, tetapi juga dengan keadilan,” katanya.

Perbedaan Bukan Konflik

Tokoh Nahdlatul Ulama itu juga mengingatkan bahwa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk dengan beragam suku, budaya, dan latar belakang. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini