News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Hari Buruh

Cerita Diah Memilih Jadi Ojol Perempuan dan Harapannya di Hari Buruh 2026

Penulis: Abdi Ryanda Shakti
Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MAY DAY 2026 - Diah (49), seorang pengemudi ojek online wanita atau Lady Ojol ikut bergabung dalam perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026).

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Diah (49) seorang pengemudi ojek online (ojol) wanita atau lady ojol ikut bergabung dalam perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Jumat (1/5/2026).

Sengatan sinar matahari yang membakar kulit tidak menyurutkan niatnya untuk ikut bersuara untuk memperjuangkan kesejahteraan sebagai pekerja jasa antar tersebut.

Dengan mengenakan jaket hijau dan tali yang diikat dikepalanya bertuliskan potongan "10 persen harga mati" berkumpul bersama sejumlah pengemudi ojol lainnya.

Ia bercerita awalnya pernah menjadi karyawan perusahaan percetakan.

Namun akhirnya memutuskan untuk menjadi pengemudi ojol sejak 2015 lalu.

Selain menyadari usia yang sudah tidak muda lagi, Diah mengatakan alasan lain menjadi pengemudi ojol lantaran untuk mengisi waktu kosong dan demi membantu perekonomian keluarganya.

"Awalnya sih saya suka anter jemput anak sekolah, hobi di motor juga, suka touring, jadi ya ikut deh jadi driver ojek online," ucap Diah saat ditemui, Jumat.

Namun ia mengakui pendapatannya pun masih terbilang kecil.

Apalagi potongan harga dari aplikator yang bisa dibilang membuat para pengemudi ojol menjerit.

Selain itu, fitur 'hemat' untuk para penumpang dari aplikator juga merugikan untuk dirinya dengan teman-temannya.

"Terus tidak ada yang kita udah pakai yang (layanan) "Hemat" tapi ternyata masih dipotong juga gitu, berbayar gitu. Kita inginnya sesuai dengan undang-undang ya, yang katanya hemat berarti sudah tidak berbayar, ini masih berbayar lagi. Itu yang kita tuntutin," jelasnya.

Kemudian, kata Diah, hal yang merugikan lainnya yakni tunjangan hari raya (THR) yang sejatinya didapatkan oleh pengemudi.

Pasalnya pemberian THR dilakukan tidak merata dengan melihat keaktifan mitra.

"Saya dari Gojek, dari awal Gojek 2015. Alhamdulillah belum pernah dapat," keluhnya.

Sebagai pengemudi perempuan, ia juga mengeluhkan soal hilangnya layanan 'Lady Special'.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini