News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

17 Korban Luka Tabrakan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek Masih Dirawat

Penulis: Wahyu Gilang Putranto
Editor: Suci BangunDS
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

 

TRIBUNNEWS.COM - Sebanyak 17 korban luka kecelakaan KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur masih mendapat perawatan, Senin (4/5/2026).

Adapun 84 korban luka telah kembali ke rumah.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan pemantauan kondisi pelanggan dilakukan berkala agar seluruh kebutuhan penanganan dapat terpenuhi.

“Kami terus memantau kondisi pelanggan yang masih dirawat serta memastikan kebutuhan penanganan terpenuhi. Bagi pelanggan yang telah kembali ke rumah, pendampingan tetap kami lanjutkan sesuai kebutuhan,” ungkap Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, pada Senin.

KAI juga membuka layanan pengajuan klaim atau penggantian biaya bagi pelanggan yang menjalani perawatan secara mandiri.

Adapun dokumen yang harus disiapkan antara lain bukti perjalanan, identitas pelanggan, kuitansi serta rincian biaya pengobatan, resume medis, dan salinan rekening.

Jika seluruh dokumen telah dinyatakan lengkap, proses klaim akan diproses bersama pihak asuransi dengan perkiraan waktu penyelesaian maksimal 21 hari kerja.

Sebagai bagian dari upaya pemulihan, layanan trauma healing tetap disediakan bagi pelanggan dan keluarga yang memerlukan.

Pengajuan dapat dilakukan melalui Posko Informasi di Bekasi Timur atau menghubungi call center 0812-9660-5747.

Pendampingan dapat diawali melalui layanan telemedicine dan dilanjutkan dengan pertemuan langsung sesuai kebutuhan.

Baca juga: Kasus Kecelakaan Maut Bekasi: Pemeriksaan Manajemen Taksi Green SM Ditunda, Polisi Beri Penjelasan

Kronologi Kecelakaan

Peristiwa bermula pada Senin, 27 April 2026 sekitar pukul 20.47 WIB, ketika sebuah taksi listrik Green SM berhenti di jalur perlintasan Ampera sebelum tertemper KRL rute Kampung Bandan–Cikarang.

Sekitar sepuluh menit kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang menghantam rangkaian KRL yang masih berada di jalur tersebut.

Benturan keras itu menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan 91 penumpang lainnya mengalami luka-luka.

Perkembangan Kasus Hukum

Sementara itu PT KAI memenuhi panggilan pihak kepolisian, dalam hal ini Polda Metro Jaya, terkait penyelidikan kecelakaan kereta yang terjadi pada Senin (27/4/2026).

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini