"Secara tahun ke tahun atau yoy terjadi inflasi sebesar 3,08 persen dan secara tahun kalender atau yoy terjadi inflasi sebesar 1,35 persen," tutur Pudji.
Inflasi tahunan terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 4,94 persen dengan andil terhadap inflasi nasional sebesar 1,43 persen.
Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok makanan, minuman dan tembakau ini adalah ikan segar, beras, daging ayam ras, minyak goreng, cabai rawit, sigaret kretek mesin, dan cabai merah.
Selain itu, nilai rupiah terhadap dollar AS pun terus merosot.
Nilai rupiah menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS).
Baca tanpa iklan