News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kisah Hidup Gayus Tambunan

Inilah Jejak Pendidikan Gayus

Penulis: Srihandriatmo Malau
Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Amir Tambunan, saat berkunjung ke kantor Tribunnews.com, Kamis (1/4/2010).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Andri Malau

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
- Ayah Gayus Halomoan Tambunan, Amir Syarifuddin Tambunan (67),  saat berkunjung ke Kantor Tribunnews.com, di Jalan Palmerah Selatan, Jakarta, Kamis (1/4/2010), selama satu jam pukul 19.35 sampai 20.25 WIB mengisahkan perjalanan pendidikan anaknya. 


Anak kedua dari lima anak Amir Tambunan dan Ny Simorangkir (telah meninggal tahun 1992) memulai jenjang pendidikannya  di Taman Kanak-kanak di daerah Warakas Tanjung Priuk, Jakarta Utara. Dari kisah Amir, diketahui Gayus masuk TK pada tahun
1985.

"Sejak TK Gayus sudah bisa baca tulis. Dia itu dulu saya buat langganan majalah anak Bobo. Dia senang itu membacanya Walaupun  awalnya lihat-lihat gambarnya," kenang Amir Tambunan.

Setamat TK, Gayus melanjutkan pendidikannya di Sekolah Dasar Negeri di Kampung Baru. "Dia SD-nya di Warakas, SD Inspres  di kampung Baru," jelas ayah Gayus. Dari keterangan Amir Tambunan, masa pendidikan SD Gayus sekitar tahun 1985 - 1991.

Ketika Gayus duduk dibangku Sekolah Dasar, Amir bangga degan kepandaian dan torehan penghargaan Gayus. "Waktu Sekolah di SD dia selalu juara 1 kalau ngak juara 2 di kelas. Kebanyakan juara 1," kenang Amir Tambunan.

SMP Strada di Tanjung Priuk berikutnya tempat Gayus mengenyam ilmu. Gayus masuk di SMP Strada sekitar tahun 1991 dan tamat tahun 1994.

"Waktu dia sekolah di SMP dapat 4 piagam, karena nilai mata pelajarannya tertinggi di sekolah," terangnya kepada Tribunnews.com.

Usai lulus SMP, Sekolah Menegah Negeri 13 kemudian menjadi tempat Gayus memupuk pendidikan.  "Dari SMP dia melanjutkan ke SMA 13, dekat Polres Jakarta Utara Lulus tahun 1997," ujar Amir Tambunan. Saat di SMA, Gayus masuk jurusan Ilmu Pengetahuan Alam.

"Dia langsung ke STAN. Banyak sekolah yang dia daftar waktu SPENMARU, seperti UI, STT Telkom, STAN.
DI UI dia dapat, di STAN dapat dan di STT Telkom Bandung dia dapat. Tapi dia pilih STAN. Di STAN dialulus 3 tahun (2003)," ungkap ayah Gayus.

Setamat dari STAN, Gayus ditempatkan di Balikpapan di bagian perpajakan."Di Balikpapan kerja dua tahun,  terus ada penerimaan sekolah untuk lanjutkan pendidikan D4. 
Dia lulus langsung dimutasikan ke jakarta untuk melanjutkan pendidikan," kata Amir Tambunan. 

"Setelah selesai pendidikan D4", lanjut Amir, Gayus ditempatkan di Dinas pajak pusat di Jalan Gatot Subroto, Jakarta.

Menurut Amir Tambunan, Gayus perna mengenyam pendidikan Srata dua di Universitas Jayabaya Jakarta "Dia pernah mendaftar untuk ambil S2. Pertama ambil S2, daftar di UI ternyata dia tidak lulus. Akhirnya setelah enam bulan dia daftar  masuk universitas Jayabaya," pungkas Amir Tambunan.
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini