News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

In Memoriam KA Parahyangan

Masinis KA Parahyangan Terharu Armadanya Diganti

Editor: Widiyabuana Slay
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Petugas PT KAI sedang memeriksa tiket penumpang, dalam KA Parahyangan terakhir, yang berangkat dari Stasiun gambir, Senin (26/4) pukul 16.15.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willy Widianto

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG
- Berhentinya operasional KA Parahyangan terhitung Selasa(27/4/2010)  hari ini memiliki kesan yang sangat mendalam bagi Riki Mulyadi(31), masinis yang mengemudikan KA nomor 72 atau KA Parahyangan trip terakhir dan diberangkatkan pada Senin(26/4/2010) kemarin.

Riki mengaku sangat terharu karena tidak bisa membawa kereta yang selama 10 tahun ia kendalikan menuju Jakarta-Bandung pulang pergi.

"Saya terharu, banyak kenangannya, " ujarnya. Riki menceritakan hal tersebut sesaat setelah tiba di Stasiun Bandung, Senin(26/4/2010).

Kenangan yang bagi Riki sangat berkesan adalah sejarah profesi saat ia pertama kali berdinas di PT Kereta Api Indonesia sejak tahun 1997, kala itu warga asli Bandung ini pertama kali merasakan kabin masisnis di lokomotif pada tahun 2000 sebagai asisten masinis.

Selama rentang 5 tahun kemudian dirinya kemudian bisa memiliki kewenangan penuh untuk menarik gerbong KA Parahyangan.

"Itu salah satu yang bangga menurut saya, bisa membawa penumpang dengan selamat sampai tujuan, " jelasnya.

Rencananya, setelah KA Parahyangan resmi berhenti dinas, Riki akan dialihkan dan diberi tanggung jawab untuk membawa penumpang KA Malabar tujuan Malang-Bandung yang juga salah satu pengganti KA Parahyangan. Ia pun berharap, PT KAI dapat lebih baik prestasinya di masa mendatang.

"Saya berharap semakin baik, " tandasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini