TRIBUNNEWS.COM, Jakarta - Dalam rangkaian penanggulangan teroris yang dilakukan Densus 88 dari periode Februari sampai Mei 2010, Polisi telah menangkap 58 tersangka hidup-hidup serta 13 tewas.
Polisi juga berhasil menyita 19 senjata api dengan 21.311 amunisi. Sedangkan aliran dana teroris yang dapat terungkap senilai 1 miliar rupiah.
"Termasuk dana di kediaman Maulana 250 juta pada saat penggerebekan, dari Abdul Haris 150 juta, Haryadi Usman 200 juta," ujar Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri pada jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta, Jumat, (14/05/2010).
Menurut informasi, teroris juga sudah mendeklarasikan tanzim Al-Qaida Serambi Mekah di Indonesia. Saat ini, Densus 88 memfokuskan diri kepada upaya tindakan preventif serta melakukan pencegahan sebelum aksi teror terjadi.
"Harus dilakukan sehingga tindakan kekerasan dapat dicegah di Indonesia," pungkas Bambang Hendarso Danuri.
Baca tanpa iklan