TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rasa
sesal sepertinya mengendap di hati Kompol Mohd. Arafat Enanie. Berharap
bekas atasannya, Kombes Pol Pambudi Pamungkas memberikan kesaksiannya
dengan jujur ternyata tak terbukti.
"Saya
berharap ada kejujuran dari komandan. Mestinya komandan membela saya.
Komandan sudah disumpah al-Quran ternyata tidak ada kejujuran," ujar
Arafat menanggapi kesaksi Pambudi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2010).
Menurut
Arafat, Pambudi tidak jujur soal pemeriksaan Gayus di luar Bareskrim.
Padahal pemeriksaan mantan pegawai pajak golongan III A Ditjen Pajak tersebut tak mungkin dilakukannya tanpa perintah atasan, di mana Pambudi saat itu menjadi atasannya.
"Pemeriksaan
di luar, padahal saya diperintahkan. Saya tidak membicarakan pembelaan
diri saya, tetapi karena saya diperintah," terangnya.
Arafat
juga mengomentari, sekalipun hanya menjadi penyidik yang diperbantukan
dalam kasus Gayus, karena sudah pindah tugas, Pambudi tetap mendisposisi
pekerjaan kepada dirinya.
Bahkan, secara blak-blakan Arafat
mengatakan memiliki saksi-saksi dan fakta-fakta berupa bukti surat
disposisi Pambudi untuk dirinya. "Fakta-fakta baru masih ada. Karena
sampai bulan November dia masih memberi disposisi kepada saya,"
timpalnya.
Arafat juga membantah tak pernah melaporkan setiap
perkembangan kasus Gayus kepada Pambudi. Karena setiap perkembangannya
selalu ia laporkan. Surat pemberitahuan itu kerap Arafat sampaikan ke meja Pambudi.
Selain
itu, Arafat mengingatkan, bahwa terkait penahanan dan penyitaan Gayus
beserta rumahnya sudah melayangkan surat kepada Pambudi. Tapi tak satu
suratpun yang Pambudi paraf.
"Saya sudah ajukan surat penyiataam
rumah. Jadi saya ini tidak berargumentasi. Tapi tidak diparaf. Masalah
penahanan saya lapor, masalah penyitaan saya lapor," ucapnya.
Kompol Arafat Sesalkan Kombes Pambudi Tak Jujur
Penulis: Y Gustaman
Editor: Johnson Simanjuntak
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan