Laporan wartawan Tribunnews.com, Adi Suhendi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menurut anggota Komisi IX DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, menjelaskan, berdasarkan data yang diperolehnya dari Komnas Perlindungan Anak, sekitar 42 ribu anak TKI di Malaysia terlantar dan menjadi budak di perkebunan-perkebunan sawit dengan upah yang rendah.
Menurut Rieke, keadaan anak-anak tersebut seakan-akan terpenjara karena tidak memiliki dokumen yang resmi. "42 ribu anak TKI terlantar dan menjadi budak di perkebunan sawit di Malaysia, karena kalau keluar maka mereka ditangkap. Kini mereka diam di camp-camp yang tidak layak di sana," jelas Rieke di Gedung Nusantara III DPR RI, Jakarta, Jumat (27/8/2010).
Selain itu, ia pun lebih lanjut menjelaskan bila kehidupan anak-anak TKI di Malaysia saat ini hidup memprihatinkan dimana mereka tidak mendapatkan pendidikan. Mereka justru bekerja untuk menggantikan orang tuanya bila sakit dengan upah yang murah.
"Malaysia saat ini sedang menyediakan pabrik buruh murah. Karena tidak mempunyai dokumen akhirnya mereka tidak bisa keluar karena takut ditangkap, ini merupakan jenis perbudakan modern," jelasnya.
42 Ribu Anak TKI di Malaysia Jadi Budak
Editor: Kisdiantoro
AA
Text Sizes
Medium
Large
Larger
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca tanpa iklan